
Warga Pulau Lalang Masih Menunggu Kedatangan Listrik PLN
Warga Pulau Lalang, yang berada di Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), masih harus menunggu lama untuk mendapatkan aliran listrik dari PLN. Meskipun rencana pengadaan listrik tersebut telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu, hingga kini warga masih belum mendapatkan kepastian mengenai kapan listrik akan masuk ke wilayah ini.
Pulau Lalang menjadi satu-satunya desa induk di Provinsi Kepri yang belum dialiri listrik PLN. Wilayah ini masih bergantung pada mesin desa yang hanya menyala selama 5 jam per hari. Kondisi ini membuat kehidupan masyarakat terbatas, terutama di malam hari ketika cahaya lampu tidak cukup.
Sebelumnya, pihak PLN sempat merencanakan pengadaan mesin tersebut pada Agustus 2025. Namun, rencana tersebut tertunda akibat kerusakan pada mesin yang dimaksud. Sebagai solusi, PLN kemudian menargetkan relokasi mesin bisa dilakukan pada bulan September dan Oktober setelah proses perbaikan selesai. Sayangnya, hingga saat ini belum ada kabar baik yang diberikan oleh pihak PLN terkait jadwal pasti masuknya listrik ke Pulau Lalang.
Manajer PLN ULP Dabo Singkep, Suheri, menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dalam penyediaan mesin. "Tahap ini kami proses pengurusan lahan hibah dari masyarakat untuk lokasi PLTD ke ATR-BPN," ujarnya kepada media.
Ia juga menambahkan bahwa hibah dari desa sudah diberikan, namun masih dalam proses validasi status tanah hibah tersebut. "Proses administrasi ini masih berlangsung. Kami belum bisa memastikan kapan listrik ke Pulau Lalang bisa masuk," imbuhnya.
Meski begitu, Suheri menyebutkan bahwa proses relokasi mesin bisa berjalan lebih cepat jika administrasi tersebut telah selesai. "Belum bisa diprediksi untuk kami (listrik menyala di Pulau Lalang). Kami bisa prediksi jika sudah dapat salinan kontrak relokasinya. Tapi, kami terus follow up untuk disegerakan," ujarnya.
Saat ini, Pulau Lalang masih menggunakan mesin desa yang hanya menyala di malam hari selama lima jam. Kondisi ini sering kali membuat warga kesulitan, terutama ketika mesin rusak. Pernah suatu saat, mesin desa ini mengalami gangguan, sehingga warga harus hidup dalam kegelapan dan hanya mengandalkan lampu pelita.
Masalah yang Dihadapi Warga Pulau Lalang
- Ketergantungan pada mesin desa: Warga Pulau Lalang masih bergantung pada mesin desa yang hanya menyala selama 5 jam sehari.
- Keterlambatan pengadaan listrik PLN: Proses pengadaan listrik PLN terus tertunda karena berbagai kendala teknis dan administratif.
- Kondisi kehidupan yang terbatas: Tanpa aliran listrik yang stabil, kehidupan masyarakat terasa sangat terbatas, terutama di malam hari.
- Risiko kegelapan: Ketika mesin desa mengalami kerusakan, warga harus menghadapi kegelapan dan keterbatasan sumber cahaya.
Harapan Masyarakat
Warga Pulau Lalang berharap agar proses pengadaan listrik PLN dapat segera diselesaikan. Mereka berharap kehidupan mereka bisa lebih nyaman dengan adanya aliran listrik yang stabil. Selain itu, mereka juga berharap agar pihak PLN dapat memberikan informasi yang jelas dan terbuka mengenai perkembangan terbaru terkait rencana pengadaan listrik tersebut.
Komentar
Kirim Komentar