Resep Tradisional Air Serbat Kalimantan Barat: Warisan Rempah Kayu Sepang Legendaris

Resep Tradisional Air Serbat Kalimantan Barat: Warisan Rempah Kayu Sepang Legendaris

Air Serbat, Minuman Tradisional Khas Kalimantan Barat

Air Serbat adalah minuman tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat. Minuman ini memiliki aroma rempah yang kuat, rasa hangat yang menenangkan, serta warna alami yang kemerahan. Keunikan Air Serbat terletak pada bahan-bahan alami yang digunakan dalam pembuatannya, sehingga memberikan cita rasa dan manfaat kesehatan yang khas.

Advertisement

Salah satu bahan utama yang membuat Air Serbat begitu khas adalah kayu sepang. Kayu ini berfungsi sebagai pewarna alami yang memberikan warna merah kecokelatan serta aroma rempah yang mendalam. Selain kayu sepang, Air Serbat juga dibuat dengan campuran berbagai rempah pilihan seperti jahe, kayu manis, cengkeh, kapulaga, serai, pala, dan beberapa bahan lainnya. Semua bahan tersebut direbus bersama hingga menghasilkan aroma harum yang menggugah selera.

Dalam budaya masyarakat Kalimantan Barat, Air Serbat sering disajikan dalam berbagai acara penting seperti keagamaan, kenduri, atau perayaan adat. Minuman ini menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tamu. Selain itu, Air Serbat bisa dinikmati baik dalam kondisi hangat maupun dingin dengan tambahan es batu, memberikan sensasi segar tanpa mengurangi rasa rempah yang khas.

Kandungan rempah dan kayu sepang dalam Air Serbat dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Beberapa di antaranya adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah, serta meredakan masuk angin. Perpaduan warna merah alami dari kayu sepang, aroma harum dari rempah, serta rasa manis yang lembut menjadikan Air Serbat bukan sekadar minuman, tetapi juga warisan budaya kuliner Kalimantan Barat yang sarat makna dan manfaat.

Resep dan Cara Membuat Air Serbat Tradisional

Berikut resep untuk membuat Air Serbat tradisional Kalimantan Barat menggunakan kayu sepang:

Bahan-bahan: - 1 liter air - 2 ruas kayu sepang (akar sepang), potong kecil-kecil atau geprek - 3 ruas jahe segar, dimemarkan - 2 batang serai, dimemarkan - 1 batang kayu manis (5 cm) - 4 butir cengkeh - 2 butir kapulaga - sdt pala bubuk - 150 gram gula merah, disisir halus - 2 sdm gula pasir (opsional, jika ingin lebih manis) - Sejumput garam - 1 lembar daun pandan (opsional untuk menambah aroma)

Cara Membuat: 1. Siapkan panci, lalu rebus air bersama kayu sepang terlebih dahulu selama 10 menit hingga air berubah warna kemerahan. 2. Masukkan jahe, serai, kayu manis, cengkeh, kapulaga, pala, dan daun pandan, lalu rebus kembali hingga aromanya keluar dan air sedikit berkurang. 3. Tambahkan gula merah, gula pasir, dan sejumput garam, aduk hingga semua bahan larut. 4. Setelah matang dan aromanya kuat, saring air rebusan untuk memisahkan ampas rempah. 5. Sajikan hangat untuk menghangatkan tubuh, atau tambahkan es batu jika ingin sensasi segar di siang hari.

Tips Tradisional

  • Gunakan kayu sepang yang masih segar atau kering alami, bukan bubuk, agar warna dan aromanya lebih tajam.
  • Untuk rasa lebih kaya, bisa tambahkan sedikit sari jeruk nipis atau madu setelah minuman agak hangat.
  • Simpan dalam wadah kaca tertutup di kulkas bisa tahan hingga 3 hari dan tetap nikmat.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar