Melihat Langit Pagi di Angkinang HSS

Melihat Langit Pagi di Angkinang HSS


Pada hari Ahad (26/10/2025) pagi, motor butut saya kembali menjadi teman perjalanan. Bukan perjalanan jauh, hanya sekitar 800 meter dari rumah di RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Advertisement

Namun jarak yang dekat sering kali menyimpan rasa yang dalam. Saya singgah sebentar di kawasan Timbuk Ril, tepatnya di RT 3 desa yang sama --- tempat hamparan sawah terbentang luas, dikelilingi langit kelabu yang menggantung berat.

Musim bertani di kampung kami baru saja dimulai. Waktu pembersihan lahan. Air mulai menggenang di petak-petak sawah yang belum hijau sepenuhnya. Beberapa batang rumput liar masih berdiri di sela lumpur, seolah menandai awal kehidupan baru.

Tak lama lagi, tangan-tangan petani akan turun ke sawah, menanam harapan dalam bentuk benih padi. Saya menatap horizon yang diselimuti awan tebal.

Ada kesunyian yang indah di sini --- hanya desir angin dan bunyi halus kawat listrik yang tergesek angin. Di balik kesederhanaan ini, ada denyut kehidupan yang tak pernah padam.

Timbuk Ril bukan sekadar lahan kosong. Ia adalah saksi perjalanan waktu --- dari masa kecil hingga kini. Dulu, mungkin tempat ini penuh dengan tawa anak-anak yang berlarian di pematang, kini ia menjadi ruang sunyi yang mengajarkan tentang ketenangan dan kesabaran.

Saya mengabadikannya bukan hanya sebagai gambar, tapi sebagai kenangan yang ingin saya simpan. Tentang kampung halaman, tentang sawah yang selalu kembali hijau, dan tentang diri sendiri yang terus belajar pulang ke asal.

Pengalaman Sehari-hari di Kampung Halaman

Perjalanan singkat ini memperlihatkan betapa pentingnya momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun jaraknya tidak jauh, setiap langkah di kampung halaman membawa makna yang dalam.

  • Kehidupan Petani
  • Musim bertani adalah saat-saat yang penuh harapan. Setiap petani bekerja keras untuk mempersiapkan lahan agar bisa menanam benih padi.
  • Proses ini tidak hanya tentang pertanian, tetapi juga tentang keberlanjutan hidup dan kepercayaan pada alam.

  • Keindahan Alam yang Menenangkan

  • Lingkungan yang tenang memberikan ruang untuk merenung dan merasa lebih dekat dengan alam.
  • Suara angin dan suara kawat listrik yang tergesek memberikan suasana yang unik dan damai.

  • Kenangan yang Terabadikan

  • Setiap sudut kampung memiliki cerita tersendiri. Dari masa kecil hingga sekarang, kampung tetap menjadi tempat yang penuh makna.
  • Mengabadikan momen ini adalah cara untuk menjaga kenangan dan mengingatkan diri akan akar kehidupan.

Perjalanan yang Berarti

Perjalanan singkat ini tidak hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menemukan makna dalam setiap langkah. Di kampung halaman, setiap sudut memiliki keunikan dan pesan yang ingin disampaikan.

  • Ketenangan yang Langka
  • Dalam kehidupan yang serba cepat, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa kadang-kadang kita perlu berhenti dan menikmati keheningan.
  • Kesunyian di kawasan Timbuk Ril memberikan ruang untuk melihat dunia dengan perspektif yang berbeda.

  • Kesadaran akan Akar

  • Melihat kampung halaman yang tetap hijau meski waktu terus berlalu membuat saya sadar bahwa akar kehidupan tidak pernah hilang.
  • Setiap tanaman, setiap aliran air, dan setiap suara angin adalah bagian dari cerita yang terus berlanjut.

  • Belajar Pulang ke Asal

  • Momen seperti ini mengajarkan bahwa pulang ke asal bukan hanya tentang kembali ke tempat tinggal, tetapi juga tentang kembali ke jiwa dan hati.
  • Dengan melihat kampung halaman, saya merasa lebih dekat dengan diri sendiri dan lebih paham tentang apa yang sebenarnya penting.

Penutup

Setiap perjalanan, baik jauh maupun dekat, memiliki maknanya sendiri. Di kampung halaman, kehidupan sederhana dan alam yang indah mengajarkan banyak hal. Dari proses bertani hingga kesunyian yang menenangkan, setiap detik di sini adalah pengalaman yang berharga.

Dengan motor butut yang mengantar, saya merasa lebih dekat dengan akar dan kehidupan yang sebenarnya. Dan di balik kesederhanaan itu, ada kekuatan yang tak pernah padam.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar