
Ajang Lari yang Menghubungkan Masyarakat dengan Keselamatan Penerbangan
Ajang lari bertajuk Run Way Run 2025 akan dihadiri sekitar 3.000 peserta yang diharapkan dapat memeriahkan acara ini. Acara ini digelar oleh Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) dan bertepatan dengan Hari Penerbangan Sipil Internasional, yaitu tanggal 7 Desember 2025.
Ketua Panitia Run Way Run 2025, Resta Arga Santosa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dalam konsep fun run sebagai sarana untuk memperkuat silaturahmi antara AirNav Indonesia dan masyarakat. Ia menekankan bahwa acara ini terbuka bagi umum, baik individu maupun keluarga, dengan jarak tempuh yang beragam.
Beberapa kategori yang tersedia antara lain: * Family dengan jarak tempuh 2 kilometer * Single dengan jarak tempuh 5 kilometer dan 10 kilometer
Start dan finish dari lari ini akan dilaksanakan di kawasan Benteng Fort Rotterdam Makassar. Hingga saat ini, sekitar 50 persen dari target peserta telah mendaftar melalui situs resmi www.runwayrunmks.com.
Biaya pendaftaran yang ditetapkan oleh panitia adalah sebagai berikut: * Rp300 ribu untuk kategori 2K * Rp190 ribu untuk kategori 5K * Rp235 ribu untuk kategori 10K
Selain itu, panitia juga menawarkan promo bundling yang bekerja sama dengan beberapa mitra, seperti Swiss-Belhotel Makassar. Promo tersebut mencakup paket kamar hotel sekaligus slot lari, sehingga peserta bisa merasakan pengalaman yang lebih lengkap.
Kampanye Keselamatan Penerbangan
Pengarah Event Run Way Run 2025, Wahyu Heri Wibawa, menyebutkan bahwa kegiatan serupa pernah digelar pada tahun 2020. Selain mengajak masyarakat untuk berolahraga, acara ini juga menjadi bagian dari kampanye keselamatan penerbangan (safety campaign) yang rutin dilakukan oleh AirNav Indonesia.
Menurutnya, sebagai penyedia layanan navigasi penerbangan, AirNav memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan penerbangan. Beberapa tindakan sederhana yang harus diperhatikan antara lain:
- Tidak menembakkan laser ke langit
- Tidak menerbangkan drone atau balon udara tanpa izin
- Tidak bermain layangan di sekitar bandara
Ia menjelaskan bahwa banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kegiatan yang dianggap sepele, seperti main layang-layang di dekat bandara atau menyalakan laser, bisa sangat berbahaya bagi pesawat. Gangguan kecil bisa berdampak fatal dan mengancam keselamatan penumpang.
Kita tidak tahu, di dalam pesawat itu bisa saja ada kawan kita atau kerabat dan sanak family kita, tambahnya.
Komentar
Kirim Komentar