
Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mencegah terjadinya insiden keracunan MBG dan sejenisnya terulang. Dalam rapat koordinasi bersama 38 Kepala Koordinator Wilayah BGN se-Indonesia di Ancol, Jakarta Utara, Senin (27/10), Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan pentingnya langkah-langkah pencegahan.
"Kita ingin melakukan kegiatan-kegiatan yang meminimalisir kejadian menonjol ya sehingga target kita zero kejadian itu atau nol kejadian ingin kita kejar," ujarnya.
Evaluasi Terkait Jumlah Penerima Manfaat dan Sertifikasi Juru Masak
Salah satu aspek yang dievaluasi adalah jumlah penerima manfaat di tiap SPPG. Selain itu, BGN juga menyoroti pentingnya sertifikasi juru masak di setiap SPPG. Dadan menjelaskan bahwa pengalaman menunjukkan bahwa cara kerja dengan juru masak yang bersertifikat lebih efisien dan cepat.
"Kita minta agar setiap SPPG ada juru masak yang bersertifikat karena dari pengalaman cara kerja yang memiliki juru masak bersertifikat lebih efisien dan lebih cepat," jelasnya.
Penerapan Aturan Rapid Test pada Bahan Baku Makanan
Selain itu, BGN akan menerapkan aturan terkait rapid test terhadap bahan baku makanan. Langkah ini mengadopsi sistem yang diterapkan di Jepang untuk mencegah keracunan. Dadan menekankan bahwa pengalaman Jepang yang sudah berlangsung selama 100 tahun menunjukkan bahwa 90 persen kejadian keracunan berasal dari bahan baku.
"Pengalaman Jepang yang sudah 100 tahun, itu 90 persen kejadian dari bahan baku. Dan kemudian juga kita ingin menguji hasil masakan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat," imbuhnya.
Pengadaan Alat Sterilisasi Food Tray dan Kualitas Air
Evaluasi terakhir meliputi pengadaan alat sterilisasi food tray di tiap SPPG dan kualitas air yang digunakan. Menurut Dadan, kualitas air menjadi faktor penting sebagaimana arahan dari Kementerian Kesehatan.
"Kita juga meminta seluruh SPPG memiliki alat sterilisasi food tray yang bisa mengeringkan food tray dalam waktu 3 menit dengan suhu 120 derajat agar lebih steril. Kita minta seluruh SPPG menggunakan air yang sudah bersertifikat, air kemasan atau air isi ulang yang sudah ada sertifikasi," ungkapnya.
Pembangunan Ribuan SPPG Baru
Lebih lanjut, Dadan mengatakan bahwa BGN juga akan membangun ribuan SPPG baru. Targetnya adalah mencapai 25.400 SPPG pada akhir Desember 2025. Penambahan SPPG perlu dilakukan untuk mengejar target 82 juta penerima MBG.
"Supaya kita bisa mengejar target untuk 82,9 juta penerima manfaat di akhir tahun 2020. Jadi hari ini kita kumpulkan karena target ini harus kita lakukan dan kita berikan motivasi, semangat dan juga sekaligus sosialisasi untuk SOP terbaru yang akan kita segera terapkan," tandasnya.
Langkah-Langkah yang Diambil untuk Meningkatkan Kualitas Program
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, BGN berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi menyeluruh ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan adanya peningkatan standar kebersihan dan keselamatan makanan, program ini diharapkan dapat berjalan secara optimal dan aman bagi semua penerima manfaat.
Komentar
Kirim Komentar