
Peran BPOM dalam Memastikan Keamanan dan Kualitas Produk Makanan
Industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia terus berupaya untuk menjaga kualitas dan keamanan produk yang mereka tawarkan kepada konsumen. Salah satu langkah penting yang dilakukan oleh pelaku industri adalah memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan kerja sama ini, diharapkan setiap produk yang beredar di pasar nasional maupun internasional dapat memenuhi standar pemerintah dan menjamin keselamatan konsumen.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa ada empat aspek utama yang harus dipenuhi oleh pelaku industri pangan olahan nasional. Empat pilar tersebut meliputi: keamanan dan kualitas produk, kontribusi terhadap ekonomi dan pangan lokal, daya saing global, serta keberlanjutan. Menurutnya, keempat aspek ini menjadi fondasi utama dalam mengembangkan industri makanan yang lebih baik dan berkualitas.
Keamanan dan kualitas produk, kontribusi terhadap ekonomi dan pangan lokal, daya saing global, serta keberlanjutan adalah pilar utama yang harus dijaga, ujarnya saat mengunjungi fasilitas produksi sosis ayam dan sapi PT So Good Food di Sidoarjo, Jumat (24/10).
Taruna juga menekankan pentingnya pengembangan pasar internasional bagi pelaku usaha. BPOM mendorong pelaku usaha untuk memperluas pasar internasional dengan meningkatkan ekspor produk. Namun, pastikan untuk memenuhi regulasi dan standar negara tujuan ekspor. Industri harus siap mengantisipasi isu-isu keamanan pangan global, tegasnya.
Tanggung Jawab Produsen Pangan
Menurut Taruna, produsen pangan memiliki tanggung jawab utama dalam menjamin mutu dan keamanan produknya. Salah satu kewajiban penting yang harus dipenuhi adalah memiliki sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta memenuhi standar perizinan, sertifikasi, dan kandar gizi sebelum produk beredar di pasaran.
Standar keamanan pangan akan lebih ketat, terutama untuk produk siap santap. Konsumen seharusnya bisa mengonsumsi makanan tanpa proses pemasakan tambahan. Karena itu, kami memastikan PT So Good Food menerapkan praktik terbaik di setiap rantai produksinya, tambahnya.
Komitmen PT So Good Food
Direktur PT So Good Food, Ahmad Komara, menyambut baik arahan dari BPOM. Pihaknya berkomitmen menjaga kualitas produk hingga ke tangan konsumen melalui penerapan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Prinsip ini menjadi pedoman utama dalam menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk yang mereka tawarkan.
Rachmat Indrajaya, Direktur JAPFA, induk usaha PT So Good Food, juga menyampaikan harapan agar kerja sama dengan BPOM semakin kuat. Kami berharap kerja sama dengan BPOM semakin kuat agar kami bisa menghadirkan produk pangan beku yang aman, bergizi, dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia, ujarnya.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Dengan peningkatan permintaan akan produk makanan yang aman dan bermutu, industri makanan dan minuman di Indonesia dihadapkan pada tantangan dan peluang yang besar. Kerja sama antara pelaku industri dan lembaga pengawasan seperti BPOM menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan keamanan produk.
Selain itu, persaingan di pasar internasional juga menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, pelaku industri perlu terus meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat sistem manajemen kualitas, dan mematuhi standar internasional. Dengan demikian, produk Indonesia dapat bersaing secara global tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan.
Kesimpulan
Kolaborasi antara BPOM dan pelaku industri makanan dan minuman menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas dan keamanan produk. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan komitmen dari pelaku industri, diharapkan masyarakat dapat memperoleh produk yang aman dan bermutu. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi dasar dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing industri makanan nasional di tingkat global.
Komentar
Kirim Komentar