
Malam Penutupan Festival Pinisi XV yang Penuh Makna
Malam di Pantai Merpati, Bulukumba, berubah menjadi lautan cahaya dan tawa. Ribuan warga tumpah ruah, menyemut di sepanjang anjungan menikmati malam penutupan Festival Pinisi XV pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Iringan musik dan tabuhan gendang berpadu menciptakan suasana haru dan kebanggaan.
Festival Pinisi XV resmi ditutup oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf. Ribuan warga tumpah ruah menikmati malam penuh kebersamaan, ditutup dengan aksi panggung seru Bupati dan Wabup.
Sebelumnya, aroma kopi gula aren memenuhi udara Pantai Merpati, Bulukumba. Sebanyak 11.172 peserta meneguk hangatnya kopi lokal Bulukumba secara serentak jumlah yang jauh melampaui target awal 5.000 peserta. Sorak-sorai membahana saat perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengumumkan capaian tersebut di hadapan Bupati Bulukumba dan ribuan pengunjung yang memadati Anjungan Pantai Merpati.
Selain Rekor MURI minum kopi gula aren dengan peserta terbanyak, Bank Sulselbar juga berhasil mencatat prestasi kedua dengan 5.000 transaksi pembayaran QRIS, menjadikan Bulukumba satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang menorehkan dua rekor nasional sekaligus dalam satu event budaya.
Kegiatan minum kopi massal ini merupakan inisiatif dari Badan Khusus Perwakilan (BKP) Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KM Bulukumba) Sulsel, sebuah organisasi yang menjadi jembatan antara warga Bulukumba di perantauan dan kampung halamannya.
Menurut Ketua BKP KM Bulukumba, Hendra Pachri, rekor ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan simbol dari semangat kolektif masyarakat Bulukumba.
BKP KM Bulukumba bukan sekadar organisasi, tapi gerakan sosial dan kultural yang menumbuhkan solidaritas dan kecintaan terhadap tanah kelahiran, ujar Hendra, yang juga dosen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Ia menambahkan, secangkir kopi lokal Bulukumba sarat makna: dari biji yang tumbuh di pegunungan, diseduh dengan gula aren asli, hingga diminum bersama dalam kebersamaan.
Dari secangkir kopi, kita membangun ekonomi, persahabatan, dan kebanggaan, katanya.
Apresiasi Bupati Andi Utta: Festival Pinisi adalah perayaan identitas
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf memberikan apresiasi tinggi atas prakarsa dan kolaborasi KM Bulukumba, yang berhasil menghadirkan semangat baru bagi masyarakat.
Festival Pinisi bukan sekadar perayaan budaya, tapi wadah untuk meneguhkan jati diri, memperkuat kebersamaan, dan mempromosikan potensi daerah, ujarnya.
Ia menjelaskan, kopi dan gula aren memiliki nilai filosofi yang mendalam. Dari tangan petani di pegunungan, dua komoditas ini tumbuh menjadi simbol kerja keras dan cinta terhadap tanah air.
Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa produk lokal Bulukumba adalah simbol kualitas dan kebanggaan. Mari jadikan momentum ini sebagai semangat untuk mencintai produk lokal, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun optimisme bahwa Bulukumba bisa terus maju dan sejahtera, lanjutnya.
MURI puji inovasi Bulukumba
Senior Manajer MURI, Triyono, menyampaikan apresiasi atas kreativitas Bulukumba dalam menggabungkan tradisi dengan inovasi digital.
Ini inovasi luar biasa. Bulukumba mampu memadukan budaya lokal dengan teknologi pembayaran modern. Kami bangga memberikan dua penghargaan sekaligus, ujarnya.
Menurut Triyono, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk mengangkat potensi lokal dengan cara kreatif dan inklusif.
Puncak Festival Pinisi 2025 ditutup dengan penampilan istimewa dari Bupati Andi Utta dan Wakil Bupati Edy Manaf di atas panggung. Ribuan warga bergembira bersama, menyanyikan lagu daerah dan menari di bawah gemerlap kembang api.
Komentar
Kirim Komentar