
Kepercayaan Gen Z pada Merek Bank Konvensional
Kepercayaan Gen Z terhadap citra merek menjadi salah satu faktor utama dalam memilih aplikasi mobile banking bank konvensional. Hasil survei yang dilakukan oleh CGS International menunjukkan bahwa generasi ini lebih memilih bank konvensional daripada bank digital, meskipun keduanya menawarkan pengalaman pengguna dan fitur yang serupa.
Survei tersebut dilakukan selama dua minggu terhadap 100 responden Gen Z untuk memahami preferensi mereka dalam hal perbankan. Dari hasil survei, ditemukan bahwa sebanyak 70% responden Gen Z cenderung menggunakan aplikasi mobile banking dari bank konvensional sebagai layanan utama mereka.
Analis CGS International, Handy Noverdanius, menyebutkan bahwa kekuatan citra merek menjadi dasar kepercayaan Gen Z terhadap bank. Citra merek yang kuat memperkuat kepercayaan mereka terhadap bank dan menjadi alasan utama dalam memilih aplikasi perbankan, ujarnya.
Responden juga mengungkapkan bahwa aplikasi bank konvensional telah meningkat secara signifikan pasca-pandemi. Mereka menilai bahwa fitur dan pengalaman pengguna saat ini sudah setara dengan yang ditawarkan oleh bank digital.
Selain itu, Gen Z lebih suka menyelesaikan masalah perbankan di kantor cabang fisik daripada hanya mengandalkan call center. Misalnya, dalam hal penggantian kartu debit, mereka lebih memilih datang langsung ke kantor cabang.
Pengalaman Pengguna yang Menjadi Prioritas
Dalam Focus Group Discussion (FGD), CGS International menekankan pentingnya pengalaman pengguna. Bagi Gen Z, pengalaman pengguna yang baik berarti transaksi yang mudah dan fitur-fitur yang bermanfaat, seperti pembayaran langsung menggunakan QRIS dan pelacakan pengeluaran. Di sisi lain, suku bunga simpanan yang tinggi kurang menjadi prioritas karena jumlah tabungan mereka saat ini masih relatif terbatas.
Hasil FGD juga menunjukkan bahwa PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi bank yang paling diminati, dipilih oleh 69% responden. Di posisi kedua dan ketiga masing-masing adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Gen Z ternyata lebih menyukai kartu kredit dibandingkan fitur pay later untuk mendapatkan pinjaman. Responden menyatakan bahwa kartu kredit lebih disukai karena lebih banyak promosi dan manfaat yang ditawarkan seperti diskon dan poin loyalitas.
Kebutuhan Pinjaman dan Perkembangan Bank Digital
Sebagian besar responden Gen Z menyatakan bahwa mereka saat ini tidak membutuhkan pinjaman, tetapi bersedia mengajukan pembiayaan ke bank jika memerlukannya.
Menurut survei, hampir semua fitur yang ditawarkan oleh bank digital kini juga tersedia di bank-bank besar. Meskipun demikian, CGS International berpendapat bahwa bank-bank konvensional besar akan tetap dominan di pasar simpanan, meski jumlah bank digital semakin meningkat.
Trioksa Siahaan, Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), menyatakan bahwa Gen Z lebih menyukai layanan fleksibel seperti yang dihadirkan BCA melalui layanan digitalnya. Gen Z melihat layanan BCA dapat memudahkan aktivitas keuangan mereka. Terlebih lagi, bank ini dinilai sebagai bank besar yang memberikan kenyamanan dan kepercayaan bagi kalangan mereka.
Brand trust harus terus dijaga karena berkat pengalaman yang baik dengan bank tersebut yang juga didukung dengan branding yang baik, maka BCA dapat memperluas jaringan nasabah, ujarnya.
Kekuatan Brand dan Layanan yang Praktis
Menurut Trioksa, BCA cukup kuat dan tetap bertahan menjadi brand terpercaya walau banyak bank digital bermunculan. BCA menjadi bank pilihan Gen Z karena faktor brand, experience, dan bagaimana BCA juga dapat menjawab kebutuhan masyarakat terutama dengan sentuhan digital dan layanannya yang makin praktis.
Dia menambahkan bahwa berawal dari faktor experience, keluarga akan memberikan saran yang sama kepada anggota keluarganya dalam hal memilih brand termasuk untuk layanan perbankan. Selama layanan masih bertahan baik dan ada pengalaman yang juga baik maka [brand] ini masih akan terus bertahan, katanya.
Komentar
Kirim Komentar