Inisiatif PLN ULP Dabo Singkep Bantu Masyarakat Pra-Sejahtera
Di desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kehidupan Nenek Samsiah (82) dan Nenek Sumsiah (70) kini mengalami perubahan besar. Rumah panggung kayu mereka yang sebelumnya hanya menerangi dengan cahaya lampu minyak tanah dan bantuan listrik dari tetangga, kini telah memiliki aliran listrik yang langsung dipasang oleh petugas PLN.
Sebelumnya, kedua lansia ini harus bergantung pada sumber daya yang tidak stabil dan terbatas. Namun, kini mereka dapat menikmati penerangan yang lebih baik berkat inisiatif PLN ULP Dabo Singkep. Tidak hanya itu, program sosial yang dijalankan oleh PLN juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Program Sosial PLN ULP Dabo Singkep
PLN ULP Dabo Singkep meluncurkan dua program sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat pra-sejahtera. Pertama adalah Light Up The Dream (LUTD), sebuah inisiatif yang menyediakan sambungan listrik gratis kepada warga yang membutuhkan. Program ini didanai oleh donasi pegawai PLN dan dilaksanakan serentak di seluruh unit PLN di Indonesia.
Kedua, yaitu penyaluran paket sembako melalui Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN). YBM PLN merupakan lembaga amil zakat yang berbasis korporat dan bertugas menyalurkan infak, sedekah, serta wakaf dari pegawai muslim kepada para mustahik.
Manajer PLN ULP Dabo Singkep, Suheri, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk memastikan setiap lapisan masyarakat bisa menikmati listrik sebagai bagian dari hak dasar. Ia juga menekankan bahwa listrik bukan hanya kebutuhan, tetapi juga hak setiap warga negara.
"Kami ingin memastikan setiap lapisan masyarakat bisa menikmati listrik, karena listrik bukan hanya kebutuhan, tapi juga hak setiap warga," ujar Suheri.
Selain itu, pihaknya juga berupaya untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menyalurkan nilai-nilai kepedulian sosial. Listrik dan bantuan sembako ini menjadi bentuk komitmen PLN dalam berbagi dengan sesama.
Momentum Hari Listrik Nasional
Momentum HLN ke-80 yang jatuh pada 27 Oktober menjadi momen penting untuk mengingatkan bahwa listrik bukan hanya urusan perusahaan, tetapi juga hak masyarakat. Lampu yang menyala di rumah Nenek Samsiah dan Sumsiah menjadi simbol nyata dari manfaat yang diberikan oleh PLN.
Suheri menegaskan bahwa HLN bukan sekadar peringatan historis. Ini adalah momen untuk melihat bagaimana listrik dan solidaritas sosial bisa mengubah kehidupan manusia, memberi mereka harapan, keamanan, dan masa depan yang lebih cerah.

Program LUTD dan penyaluran sembako tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya listrik, kegiatan sehari-hari seperti belajar, bekerja, atau menonton TV menjadi lebih mudah dan nyaman.
Selain itu, bantuan sembako juga memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang kurang mampu. Melalui YBM PLN, bantuan tersebut disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.
Kesimpulan
PLN ULP Dabo Singkep telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung masyarakat pra-sejahtera. Melalui program LUTD dan bantuan sembako, mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan harapan dan keamanan bagi masyarakat. Dengan adanya inisiatif ini, PLN semakin dekat dengan masyarakat dan menunjukkan bahwa listrik adalah hak setiap orang.
Komentar
Kirim Komentar