
Keindahan Alam dan Sejarah Desa Tetebatu
Desa Tetebatu yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menyimpan keajaiban alam yang menarik perhatian para pengunjung. Dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang kaya akan keindahan alam dan sejarah, desa ini menawarkan pengalaman yang tidak terlupakan bagi setiap pelancong.
Di kawasan Ulem-ulem, pengunjung langsung disambut oleh suasana yang sejuk dan alami. Lingkungan yang dikelilingi hutan yang rimbun menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis burung dan serangga. Meskipun masih ada jejak hujan pagi yang membasahi jalanan, aktivitas masyarakat desa tetap berjalan seperti biasa. Pria-pria tampak keluar dari hutan dengan karung berisi rumput pakan, sementara ibu-ibu berlalu lalang. Kehidupan sehari-hari yang otentik ini menciptakan kesan yang unik dan menarik bagi para tamu.
Ulem-ulem adalah salah satu titik fokus wisata di Tetebatu. Di sana terdapat sebuah embung yang airnya berasal langsung dari mata air hutan Gunung Rinjani. Meskipun debit air terkadang surut, mata air ini memiliki makna yang jauh lebih dalam; ia menjadi sumber kehidupan vital bagi masyarakat setempat. Sejak lama, mata air di Ulem-ulem telah menjadi tumpuan warga. Dahulu, sebelum infrastruktur pipa dibangun, penduduk berbondong-bondong mengambil air menggunakan wadah gerabah yang diletakkan di atas kepala.
Air di sini sangat jernih dan segar. Banyak penduduk yang meyakini kesegarannya lebih unggul dari air yang sudah dimasak, sehingga mereka terbiasa meminumnya langsung dari sumbernya. Kini, pemerintah desa telah menata kawasan Ulem-ulem dengan taman kecil dan lokasi berfoto, menjadikannya titik awal untuk menjelajahi keindahan Tetebatu.
Hutan di sekitar Ulem-ulem berfungsi sebagai gerbang menuju beragam destinasi. Mulai dari area camping ground yang asri, jalur sepeda, hingga jalur pendakian ke Gunung Rinjani. Setiap penjelajah akan merasakan pengalaman yang luar biasa saat melintasi jalur-jalur ini.
Namun, keistimewaan Tetebatu tidak hanya terletak pada alamnya. Tradisi, budaya, dan kesiapan masyarakat dalam menyambut tamu juga menjadi bagian penting dari keunikan desa ini. Warisan budaya yang kuat membuat Tetebatu menjadi destinasi yang istimewa.
Sejarah pariwisata di Tetebatu dimulai pada era 1920-an oleh seorang dokter bernama dr. Raden Soedjono. Ia datang untuk merawat penduduk desa dan terpesona oleh keindahan Tetebatu. Kemudian, ia mendirikan pondok penginapan. Dua dari empat kamarnya disediakan untuk tamu-tamu yang datang, baik dari Jawa maupun mancanegara. Pondok inilah yang hingga kini dikenal sebagai Soedjono Hotel dan dianggap sebagai perintis pariwisata di desa tersebut.
Setelah pensiun dan menetap di Tetebatu hingga wafat pada tahun 1944, warisan pariwisata yang ia tinggalkan terus berlanjut. Setelah kemerdekaan, Desa Tetebatu semakin ramai dikunjungi. Para tamu Soedjono menyebarkan cerita tentang keindahan alam desa ini dari mulut ke mulut, menarik semakin banyak wisatawan untuk datang.
Komentar
Kirim Komentar