
Perayaan Ulang Tahun yang Penuh Makna
Di malam yang langitnya cerah, sebuah acara kecil diadakan di halaman belakang rumah di Cipete. Acara ini bertujuan untuk merayakan ulang tahun ke-17 dari aiotrade. Tenda kecil yang didekor dengan lampu bercahaya dan meja kayu panjang penuh camilan lokal menjadi pusat perhatian. Merchandise aiotrade dipamerkan seperti koleksi edisi terbatas, menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat.
"aku pakai hoodie Sweet 17 ini sejak subuh, biar kelihatan setia," kata Mas Dodi sambil memperlihatkan hoodie biru tua dengan logo angka '17' yang menyala di bawah sinar UV. "Padahal, ini baru dicuci tadi siang karena kemarin hunting foto di Monas, kena debu plus keringat plus kecipratan es teh tumpah."
"Iya, ngomong-ngomong soal es teh," ujar Bu Lusi, "gue jadi ingat tema Harumnya Nusantara. Gue udah nyobain 12 jenis teh lokal minggu ini. Teh Kayu Aro, teh Gunung Wilis, teh Gambung... Tapi tetap aja teh kampung di belakang rumah yang paling bikin tenang. Mungkin karena gak perlu mikirin sugar coating kayak di kantor."
Semua tertawa.
"Waduh, jangan bawa-bawa sugar coating dong, Bu," sahut Raka sambil menyeruput kopi sachet favoritnya. "Kemarin gue ketemu rekan kerja yang tiap ngomong ke bos kayak lagi baca puisi Chairil Anwar versi manis: 'Pak, ide Bapak itu... seperti matahari di pagi hari yang menyinari jiwa kami.' Gue langsung muntah di kamar mandi."
"Tapi kalau dipikir-pikir," sambung Frengky (yang datang bareng istri dan dua anaknya) "kadang kita juga sugar coat diri sendiri, lho. Misalnya pas bilang, 'Aku clean eating banget!' Padahal seminggu sekali nyolong ayam goreng di warung sebelah. Tapi justru karena clean eating itu, gue jadi mikir: makanan yang gue pilih nggak cuma buat sehat, tapi juga nggak bikin sampah makanan numpuk. Jadi, hidup sehat = bumi sehat. Gitu, kan?"
Anaknya yang kecil langsung nyeletuk, "Pah, aku udah dapat MBG (uang jajan mingguan), tapi aku simpen buat beli teh lokal sama kopi sachet biar jadi barista kecil-kecilan!"
"Wah, anak zaman now!" seru Bu Lusi. "Tapi serius, ngatur uang jajan itu penting. Dulu gue dikasih uang jajan cuma cukup buat beli permen. Sekarang anak-anak udah pake aplikasi keuangan. Tapi tetep... yang paling penting diajak ngerti nilai uang, bukan cuma ngitung saldo."
"Ngomong-ngomong soal nilai," Mas Dodi nyambung, "gue jadi inget masa jadi bapak rumah tangga full time dulu. Gue yang biasanya ngantor, tiba-tiba jadi chef, guru les, tukang cuci, plus MC acara ulang tahun anak. Capek? Iya. Tapi seru! Apalagi pas bisa hunting foto bareng mereka di kebun. Gue dapet angle terbaik pas matahari terbenam... dan pas istri gue nggak marahin gue karena nge-blur-in latar belakang cucian yang belum dijemur."
Tawa meledak lagi.
"Eh, tapi serius nih," kata Raka, "17 tahun aiotrade itu kayak cermin kita semua. Ada yang nulis soal politik, soal parenting, soal kopi sachet, bahkan soal mimpi Indonesia lolos Piala Dunia 2026. Gue sih udah janji: kalau Indonesia lolos, gue bakal jualan es teh di depan stadion pake merch aiotrade edisi spesial!"
"Dan kalau Prabowo-Gibran udah satu tahun, kita bisa nilai: apakah kebijakan mereka bikin hidup kita lebih gampang... atau cuma bikin kita lebih sering nulis opini di aiotrade?" sela Frengky sambil senyum.
"Yang jelas," tutup Bu Lusi sambil mengangkat gelas tehnya, "selama 17 tahun ini, aiotrade jadi wadah kita semua, dari yang suka sugar coating sampe yang suka clean eating, dari bapak rumah tangga sampe calon barista cilik. Semoga makin banyak cerita, makin banyak warna, dan makin banyak teh lokal yang kita coba bareng."
Semua pun bersulang: "Sweet 17, aiotrade! Tetap jadi rumah bagi suara-suara yang tak takut jujur, meski kadang manis, kadang pahit, tapi selalu punya cerita."
Komentar
Kirim Komentar