UNRWA Memperingatkan Kebutuhan Bantuan untuk Warga Palestina di Jalur Gaza
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memberikan peringatan bahwa warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza sangat membutuhkan tempat berlindung dan perlengkapan musim dingin. Peringatan ini datang mengingat musim dingin akan segera tiba, dan situasi kemanusiaan di wilayah tersebut semakin memprihatinkan.
UNRWA menyatakan bahwa bahan-bahan bangunan dan perlengkapan musim dingin untuk keluarga-keluarga pengungsi tertahan di gudang-gudang UNRWA di Yordania dan Mesir, tetapi tidak dapat diakses. Hal ini disebabkan oleh kebijakan Israel yang menolak akses penuh bagi organisasi tersebut dalam upaya bantuan kepada warga Palestina di wilayah kantong tersebut. Selain itu, Israel juga melarang UNRWA berpartisipasi dalam upaya bantuan apa pun.
WHO Minta Israel Buka Akses Lebih Luas untuk Bantuan ke Gaza
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa wilayah kantong Gaza sedang menghadapi bencana kesehatan yang akan berlangsung selama generasi mendatang. Ia menilai diperlukan bantuan besar-besaran guna menangani kebutuhan kompleks penduduk Gaza.
Tedros menjelaskan bahwa Gaza telah mengalami kelaparan, cedera parah, sistem perawatan kesehatan yang kolaps, serta wabah penyakit akibat rusaknya infrastruktur air dan sanitasi. "Akses terhadap bantuan kemanusiaan juga terbatas. Kombinasi ini sangat fatal, sehingga menjadikan situasi ini bencana dan tak tergambarkan," ujarnya.
Meskipun Israel telah mengizinkan lebih banyak pasokan medis dan bantuan lainnya masuk ke Gaza setelah gencatan senjata dengan Hamas berlaku, Tedros menganggap tingkat pasokan tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk membangun kembali sistem perawatan kesehatan wilayah tersebut. Beberapa waktu lalu, Israel sempat menghentikan sementara pengiriman bantuan karena klaim adanya serangan Hamas yang menewaskan dua tentara Israel. Namun, pengiriman bantuan dilanjutkan setelah tekanan internasional.
Israel dan AS Menolak Peran UNRWA dalam Pengiriman Bantuan
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa UNRWA tidak akan memainkan peran apapun dalam pengiriman bantuan di Gaza. Ia juga menolak kemungkinan Hamas terlibat dalam pemerintahan di Gaza di masa depan. Dalam konferensi pers saat berkunjung ke Israel, Rubio mengklaim bahwa UNRWA telah menjadi anak perusahaan Hamas.
Israel telah melarang UNRWA beroperasi setelah menuduh beberapa stafnya terlibat dalam serangan yang dipimpin oleh Hamas pada Oktober 2023. Namun, Israel tidak memberikan bukti atas tuduhan tersebut. Selain itu, Israel juga menutup perlintasan Rafah di dekat Mesir, menghalangi pengiriman bantuan dalam skala besar yang ditetapkan dalam penjanjian gencatan senjata.
Israel Terus Melancarkan Serangan di Tengah Gencatan Senjata
Meski telah menyepakati gencatan senjata, Israel terus melancarkan serangan di Gaza. Seorang sumber di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa melaporkan, setidaknya dua orang tewas dalam penembakan di timur Deir el-Balah, Gaza tengah, pada Jumat. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan 93 warga Palestina terbunuh di Gaza sejak gencatan senjata berlaku pada awal Oktober 2025. Sementara itu, 324 lainnya terluka sejak saat itu.
Dalam 48 jam terakhir, 19 orang yang tewas dalam serangan Israel telah dibawa ke rumah sakit di Gaza, bersama dengan 7 orang lainnya yang terluka. "Jumlah korban perang genosida Israel selama dua tahun telah meningkat menjadi 68.519 orang tewas dan 170.382 orang terluka sejak 7 Oktober 2023," kata kementerian tersebut.



Komentar
Kirim Komentar