Mengapa Tidur dalam Kegelapan? Ini 5 Dampak Negatif Tidur dengan Lampu Menyala

Mengapa Tidur dalam Kegelapan? Ini 5 Dampak Negatif Tidur dengan Lampu Menyala

Mengapa Tidur dalam Kegelapan? Ini 5 Dampak Negatif Tidur dengan Lampu Menyala

Advertisement

Bahaya Tidur dengan Lampu Menyala dan Dampaknya bagi Kesehatan

Banyak orang memiliki kebiasaan tidur dengan lampu menyala. Alasannya bisa beragam, mulai dari takut gelap hingga ingin mudah melakukan aktivitas di malam hari. Namun, apakah kamu tahu bahwa kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan?

Menurut penelitian dari Northwestern University Feinberg School of Medicine di Amerika Serikat, tidur dalam kondisi terang, bahkan hanya dengan cahaya lampu meja, dapat memengaruhi detak jantung, kadar gula darah, dan kualitas tidur secara keseluruhan. Meski efeknya tidak langsung terasa, risiko jangka panjangnya cukup besar.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai bahaya tidur dengan lampu menyala dan cara mengatasinya:

1. Mengganggu Produksi Hormon Melatonin

Cahaya, terutama dari lampu putih atau biru, dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur rasa kantuk dan siklus tidur alami tubuh. Ketika hormon ini terganggu, tubuh akan sulit masuk ke fase tidur nyenyak, sehingga kamu bisa terbangun lebih sering di malam hari atau merasa tidak segar saat bangun.

Menurut dr. Ratna Dewi, Sp.KJ, dokter spesialis kesehatan tidur, Paparan cahaya saat tidur memberi sinyal ke otak seolah-olah masih siang, sehingga tubuh menunda proses istirahat total.

2. Meningkatkan Risiko Obesitas dan Gangguan Metabolik

Penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan lampu menyala bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Cahaya terang di malam hari membuat produksi insulin menjadi tidak stabil dan mengacaukan ritme biologis tubuh (circadian rhythm). Akibatnya, risiko meningkatnya kadar gula darah dan obesitas pun lebih tinggi dibanding mereka yang tidur dalam gelap total.

3. Membuat Jantung Bekerja Lebih Keras

Cahaya buatan di malam hari juga dapat memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur detak jantung dan tekanan darah. Tubuh yang seharusnya beristirahat malah tetap siaga, sehingga jantung tidak benar-benar beristirahat. Efek jangka panjangnya bisa menyebabkan gangguan tekanan darah atau stres kronis.

4. Mengganggu Pola Tidur Anak

Bagi anak-anak, tidur dalam kondisi terang bisa membuat pola tidur tidak teratur dan menghambat produksi hormon pertumbuhan. Selain itu, cahaya berlebih juga dapat menurunkan kadar serotonin, hormon yang berperan dalam menjaga suasana hati. Itu sebabnya, dokter anak biasanya menyarankan agar bayi dan anak tidur dengan pencahayaan redup atau lampu malam berwarna kuning lembut.

5. Meningkatkan Risiko Gangguan Mental

Tidur yang terganggu karena cahaya dapat menyebabkan penurunan kualitas tidur dalam jangka panjang. Kondisi ini berkaitan erat dengan meningkatnya risiko gangguan mood, seperti kecemasan dan depresi. Tubuh yang kekurangan tidur nyenyak akan sulit menyeimbangkan hormon stres, sehingga mudah merasa lelah dan emosional.

Tips Aman Jika Tak Bisa Tidur dalam Gelap

Jika kamu tidak bisa tidur dalam gelap total, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

  • Gunakan lampu tidur berwarna kuning lembut atau oranye redup.
  • Hindari sumber cahaya langsung seperti layar ponsel atau TV.
  • Gunakan penutup mata tidur (sleep mask) untuk membantu menghalangi cahaya.
  • Matikan lampu utama secara bertahap agar tubuh beradaptasi dengan kegelapan.


Tidur dalam kondisi gelap total ternyata penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika kamu terbiasa tidur dengan lampu menyala, mulailah beralih ke cahaya redup atau gelap perlahan. Dengan begitu, tubuh bisa beristirahat sepenuhnya dan kamu akan bangun dengan energi yang lebih segar setiap pagi.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar