Jalan Rusak Tahan Ambulans, Nenek di Kaur Bengkulu Dibawa ke RS dengan Ojek

Jalan Rusak Tahan Ambulans, Nenek di Kaur Bengkulu Dibawa ke RS dengan Ojek

Advertisement

Kondisi Jalan Rusak Parah, Nenek Harus Dibawa ke Rumah Sakit dengan Ojek

Di Kabupaten Kaur, Bengkulu, seorang nenek bernama Halimah (60 tahun) harus mengalami perjalanan yang sangat tidak biasa untuk mendapatkan perawatan medis. Karena jalan desa yang rusak parah dan tidak bisa dilalui ambulans, ia dibawa ke rumah sakit menggunakan ojek yang dipasangi kotak kayu.

Peristiwa ini terjadi di Desa Trans Kedataran, Kecamatan Maje, pada hari Sabtu (25/10/2025). Halimah menderita hipertensi dan membutuhkan perawatan segera. Namun, kondisi jalan yang tidak memadai menjadi penghalang utama bagi pihak medis untuk menjangkau rumahnya.

Kapolsek Maje, Ipda Alpino, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, jalan desa sepanjang empat kilometer di wilayah tersebut belum pernah diaspal. Akibatnya, ambulans tidak dapat menjangkau lokasi rumah Halimah.

Jalan desa itu memang kondisi belum pernah diaspal sepanjang kira-kira empat kilometer, ujar Ipda Alpino saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (26/10/2025).

Perjalanan Empat Kilometer dengan Ojek

Warga setempat akhirnya memutuskan untuk menggunakan motor ojek yang dilengkapi kotak kayu sebagai pengganti tandu untuk membawa Halimah. Perjalanan yang harus ditempuh sejauh empat kilometer di jalan tanah yang becek membuat proses evakuasi menjadi sangat melelahkan.

Setelah menempuh perjalanan tersebut, pasien baru bisa dipindahkan ke mobil di ujung desa. Dari sana, Halimah akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cahaya Batin, Kabupaten Kaur.

Setelah dibawa empat kilometer menuju rabat beton di ujung desa, barulah pasien dari motor ojek dipindah ke mobil kemudian dibawa ke RSU Cahaya Batin, Kabupaten Kaur, jelas Ipda Alpino.

Menurutnya, kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Kecamatan Maje. Di beberapa desa lain seperti Tanjung Aur dan Sinar Mulia juga pernah terjadi. Bahkan, di Desa Sinar Mulia, warga harus menandu jenazah kerabatnya sejauh enam kilometer karena jalan rusak.

Bupati Akui Janji Aspal Jalan Belum Terpenuhi

Bupati Kaur, Gusril Pausi, mengakui telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama kampanye Pilkada, dirinya pernah berjanji untuk mengaspal jalan di Desa Trans Kedataran.

Namun, janji tersebut belum bisa direalisasikan karena anggaran infrastruktur dari pusat mengalami pemotongan. Itu janji politik saya. Kami sudah membuat perencanaan dan menganggarkan pengaspalan jalan tersebut dalam Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun saat ini DAK infrastruktur kami Rp 0 dari kementerian, maka upaya mengaspal belum bisa dilakukan, ungkapnya.

Meski anggaran terbatas, Pemkab Kaur disebut tetap berupaya memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Secara layanan kesehatan kami pastikan pasien akan dilayani dengan baik. Namun untuk infrastruktur jalan, kami masih berupaya sekuat dan semampunya, kata Gusril.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar