Jalan Jatinangor Berbahaya untuk Pejalan Kaki: Motor Melanggar Trotoar

Jalan Jatinangor Berbahaya untuk Pejalan Kaki: Motor Melanggar Trotoar


Hiruk-pikuk kehidupan di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, terus berlangsung. Kendaraan besar lalu-lalang di jalan utama yang menjadi jalur lintas daerah tersebut. Meski situasi ini menimbulkan rasa was-was, warga sekitar terpaksa harus berjalan kaki di pinggiran jalan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sayangnya, akses pejalan kaki di jalan utama ini sangat minim, membuat kondisi semakin memprihatinkan.

Advertisement

Trotoar Rusak dan Tidak Layak

Kondisi trotoar di sepanjang jalan tersebut sangat rusak. Tidak hanya retak dan tidak rata, tetapi juga tidak memiliki jalur pemandu yang memadai. Di beberapa bagian, bahkan tidak ada trotoar sama sekali. Hal ini memaksa para pejalan kaki untuk berjalan di atas aspal, yang tentu saja sangat berbahaya.

Selain itu, trotoar juga sering dipenuhi oleh pedagang kaki lima, sehingga menyempitkan ruang bagi pejalan kaki. Kondisi ini semakin memperparah kesulitan yang dihadapi para pengguna jalan kaki. Jatinangor sendiri merupakan kawasan pendidikan, dengan empat kampus perguruan tinggi yang berada di wilayah tersebut. Keempat kampus tersebut adalah Universitas Padjajaran, ITB, Ikopin, dan IPDN.


Salah satu mahasiswi, Keisya (18), menceritakan pengalamannya saat melintasi jalan tersebut. Ia mengatakan bahwa kondisi trotoar yang rusak akan menjadi becek ketika hujan, yang membuat perjalanan lebih sulit. Selain itu, banyak pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan, sehingga akses pejalan kaki semakin sempit.

"Trotoar di sini selain jelek, jalanannya retak-retak. Kalau hujan, jalanannya becek banget. Di sana juga banyak pedagang kaki lima yang mempersempit akses pejalan kaki," ujar Keisya.


Keisya juga mengungkapkan bahwa di malam hari, banyak pedagang yang menjual sate di trotoar. Hal ini membuat jalur pejalan kaki semakin sempit dan berisiko tersenggol. "Kalau malam-malam, sering ada yang jualan sate di sini. Jadi kita harus melewati jalan yang sudah sempit, apalagi kalau trotoarnya rusak dan ada yang jualan," tambahnya.

Minimnya Zebra Cross

Selain trotoar yang rusak, akses pejalan kaki semakin sulit karena minimnya zebra cross. Keisya mengatakan bahwa jumlah zebra cross di sepanjang jalan tersebut sangat sedikit. "Di sini jujur dikit banget zebra cross," ujarnya.

Menurut Keisya, ia sering merasa khawatir saat ingin menyeberangi jalan. Terlebih, jalan tersebut dilalui kendaraan besar yang melaju cukup cepat. Lokasi zebra cross terdekat berada di depan kecamatan, yang jaraknya cukup jauh dari titik-titik penting seperti kampus.

"Jalannya pada cepet-cepet gitu, jadi harus jalan dulu ke kecamatan agak jauh. Aku enggak tahu zebra cross ada di mana lagi selain di situ," katanya.


Diklakson Motor yang Naik Trotoar

Cerita lain datang dari Bina (18). Ia sering mengalami gangguan saat berjalan di trotoar. Lokasi trotoar yang sering ia lewati adalah di depan kampus Universitas Padjadjaran. Di lokasi ini, para pemotor sering kali naik ke trotoar dan menyerobot hak pejalan kaki.

"Dan aku sering banget lewat situ, tiba-tiba kayak diklakson. Ya kan itu haknya pengguna jalan, pejalan kaki, bukan pengguna motor, tapi banyak banget motor yang sering banget lewat situ apalagi kalau macet," ujar Bina.

Ia merasa terganggu dengan perilaku pengendara motor yang sering melanggar aturan. "Kan mengganggu banget dan merusak jalan," tambahnya.

Bina berharap agar para pengendara motor meningkatkan kesadaran mereka untuk tidak mengendarai motor di atas trotoar. "Harapannya sih untuk pengguna motor terutama untuk lebih apa ya kesadaran dirinya untuk gak akses trotoar yang di mana untuk pengguna jalan kaki, tapi ini malah diakses motor," katanya.

Ia juga berharap pemerintah setempat lebih aware terhadap kondisi trotoar yang tidak layak. "Dan juga ya mungkin untuk pemerintah setempat lebih aware lagi sama trotoar-trotoar yang ada bahwa itu gak layak untuk dijadiin trotoar, untuk diperbaiki," pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar