BEI Babel Gelar Sekolah Pasar Modal Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

BEI Babel Gelar Sekolah Pasar Modal Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

BEI Babel Gelar Sekolah Pasar Modal Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Peran Pasar Modal dalam Investasi Modern

Di era digital saat ini, investasi di pasar modal semakin mudah diakses oleh siapa saja. Teknologi dan kemajuan zaman telah mengubah cara masyarakat berinvestasi, sehingga kini aktivitas tersebut bisa dilakukan hanya dengan genggaman tangan melalui perangkat ponsel yang kita miliki. Namun, meski aksesnya mudah, penting bagi setiap individu untuk memiliki literasi yang cukup agar dapat memaksimalkan keuntungan dan menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Advertisement

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) aktif menyelenggarakan program Sekolah Pasar Modal. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dasar-dasar investasi serta manfaat dan risikonya.

Apa Itu Pasar Modal?

Pasar modal adalah tempat di mana bisnis-bisnis besar berkembang dan beroperasi. Di Indonesia, terdapat lebih dari 900 perusahaan yang terdaftar di bursa efek. Mayoritas orang terkaya di Indonesia juga memiliki investasi di pasar modal. Oleh karena itu, pasar modal bukanlah sekadar "main saham" yang sederhana, melainkan bagian penting dari perencanaan keuangan yang harus dipahami secara mendalam.

Pasar modal mencakup berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Setiap instrumen memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda. Misalnya, saham merupakan bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan, sedangkan obligasi adalah bentuk pinjaman yang diberikan kepada perusahaan atau pemerintah.

Bagaimana Cara Berinvestasi di Pasar Modal?

Untuk berinvestasi di pasar modal, masyarakat tidak bisa langsung mengakses Bursa Efek Indonesia. Melainkan harus melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan sekuritas ini menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk berinvestasi di berbagai perusahaan yang terdaftar di bursa.

Syarat untuk melakukan investasi di pasar modal relatif sederhana, yaitu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan nomor rekening bank. Selain itu, investasi di pasar modal bisa diwariskan sebagai sumber penghasilan pasif di masa depan.

Literasi Penting dalam Investasi

Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah literasi. Masyarakat perlu memahami informasi sebelum melakukan investasi. Misalnya, jika seseorang membeli saham dengan harapan bahwa nilainya akan naik dalam jangka panjang, maka ia harus memastikan bahwa perusahaan yang dipilih memiliki performa yang baik.

Namun, pasar modal juga memiliki risiko. Harga saham bisa berfluktuasi sesuai dengan mekanisme pasar. Jika seseorang membeli saham tanpa pengetahuan yang cukup, nilai saham tersebut bisa turun, sehingga menimbulkan kerugian.

Edukasi untuk Masyarakat

Untuk membantu masyarakat memahami pasar modal, BEI Babel menyelenggarakan program Sekolah Pasar Modal. Tahun ini, sudah ada lebih dari 400 sekolah pasar modal di Bangka Belitung. Program ini membahas berbagai topik dasar, termasuk risiko dan keuntungan investasi.

Masyarakat dapat mengikuti program ini melalui akun Instagram resmi BEI Babel, yaitu @idx_babel. Di sana, semua jadwal edukasi dan informasi terkini akan diunggah. Setiap sesi biasanya berlangsung selama dua jam penuh dan terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar.

Pesan untuk Calon Investor

Bagi calon investor, penting untuk memahami bahwa investasi di pasar modal tidak hanya untuk kalangan konglomerat. Saat ini, anak-anak muda juga bisa ikut berinvestasi karena akses yang mudah dan biaya yang terjangkau. Dengan ekonomi yang tumbuh, saatnya masyarakat tidak hanya menjadi penonton tetapi juga ikut berperan dalam perekonomian nasional.

BEI memiliki tagline "Aku Investor Saham", yang berarti siapa pun, baik dari latar belakang apa pun, bisa berinvestasi di pasar modal selama memiliki akses internet dan ponsel. Semakin banyak masyarakat yang melek finansial, semakin kuat perekonomian negara.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar