
PTPN I Menyumbangkan Lahan untuk Pembangunan Jalan Lintas Selatan
PTPN I memberikan kontribusi lahan seluas 57,5 hektar untuk digunakan dalam pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Pantai Selatan (Pansela) Jawa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lahan tersebut memiliki luas total 57,5 hektar dan panjang sekitar 23,9 kilometer. Lahan yang berstatus Hak Guna Usaha (HGU) ini terletak di wilayah Regional 5 PTPN I, yang mencakup Kebun Kalirejo, Kebun Kedunglembu, dan Kebun Malangsari.
Proyek ini telah dimulai sejak tahun 2003 dan masuk dalam Program Strategis Nasional. Namun, hingga saat ini, pembangunan jalan yang menghubungkan Jember, Banyuwangi, hingga Pelabuhan Ketapang masih belum selesai. Untuk mempercepat progresnya, dilakukan rapat koordinasi di Pemkab Banyuwangi pada Jumat (23/10/25). Rapat ini dipimpin oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dan turut dihadiri oleh Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas.
Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak penting seperti Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo, Dirjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanian Kementerian ATR/BPN Embun Sari, perwakilan dari Perhutani, serta para pejabat utama lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Teddy Yunirman Danas menyatakan dukungan penuh PTPN I terhadap proyek yang akan memberikan dampak besar bagi perekonomian kawasan dan mobilitas masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa PTPN I tidak memiliki keberatan terhadap penggunaan aset untuk kepentingan yang lebih besar. Namun, sebagai perusahaan negara, PTPN I tetap patuh terhadap regulasi nasional yang berlaku. Lahan kami di Malangsari, Kalirejo, dan Kedunglembu memiliki potensi yang sangat besar, ujarnya. Di lahan tersebut terdapat tanaman kopi, karet, dan beberapa komoditas andalan PTPN I lainnya.
Meskipun mendukung penuh proyek ini, Teddy Yunirman Danas menegaskan bahwa semua keputusan dan kesepakatan harus mempertimbangkan aspek strategis masing-masing pihak. Sebagai pemegang hak atas sebagian lahan yang digunakan, PTPN I tetap berharap mendapatkan manfaat yang memadai tanpa mengurangi hak pihak lain.
Kami berharap melalui sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, dapat ditemukan solusi yang adil dan konstruktif terhadap lahan HGU kami yang terdampak, kata Teddy. Tujuannya adalah agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa mengganggu kelangsungan usaha perkebunan.
Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menjelaskan bahwa secara teknis PTPN I siap memberikan dukungan data dan kajian lapangan yang diperlukan guna mempercepat proses penyelesaian. Kami siap bekerja sama dan berkomitmen dalam membangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan instansi terkait, ujar Aris.
Menurutnya, kunjungan kerja ini menegaskan komitmen PTPN I dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur nasional, yaitu JLS, serta keberlanjutan sektor perkebunan sebagai pilar ekonomi di wilayah kerja PTPN I Regional 5.
Komentar
Kirim Komentar