
Jakarta Menjadi Kota Bahagia ke-18 di Dunia
Jakarta kembali mendapatkan pengakuan sebagai salah satu kota paling bahagia di dunia. Dalam survei yang dilakukan oleh Time Out pada tahun 2025, Jakarta menempati peringkat ke-18. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah keberadaan Car Free Day (CFD) yang rutin diikuti oleh hampir 400.000 orang setiap minggu.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa CFD menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "CFD kita itu hampir 400.000 orang, luar biasa," ujarnya saat ditemui di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2025).
Meski dikunjungi banyak orang, area CFD tidak memerlukan penjagaan ketat. Hal ini disebabkan oleh adanya program JagaJakarta yang telah dijalankan oleh Pemprov Jakarta. Program tersebut melibatkan seluruh warga untuk menjaga lingkungan dan menciptakan suasana yang nyaman dan aman.
"Sekarang enggak perlu dijaga-jaga, yang jaga masyarakat Jakarta dengan program JagaJakarta kita itu semuanya happy makanya kenapa Jakarta tiba-tiba menjadi Kota Bahagia nomor 18 sekarang," tambah Rano.
Selain berolahraga, warga Jakarta juga dapat menikmati berbagai acara yang menyenangkan di area CFD. Hal ini membuat Pemprov Jakarta terus memanfaatkan ruang terbuka tersebut sebagai tempat penyelenggaraan edukasi dan sosialisasi.
Salah satu tema yang sering dibahas adalah bahaya judi online atau yang dikenal dengan istilah judol. Data dari PPATK menunjukkan bahwa sekitar 602.000 warga Jakarta terlibat dalam aktivitas judi online. Angka ini sangat mengkhawatirkan karena transaksi yang terjadi mencapai Rp 3,12 Triliun.
"Kalau bicara soal judi online, ini data saya berdasarkan PPATK di Jakarta ini terungkap sekitar 602.000 warga Jakarta terlibat judi online, nah transaksinya mencapai Rp 3,12 Triliun," ungkap Rano.
Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 di antaranya merupakan penerima bantuan sosial (bansos). Hal ini menunjukkan bahwa masalah judi online tidak hanya menimpa kalangan tertentu, tetapi juga menjangkau masyarakat yang sedang membutuhkan.
Karena itu, Pemprov Jakarta akan terus menggelar edukasi di ruang terbuka seperti CFD. Tujuannya adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya judi online dan mencegah semakin bertambahnya jumlah warga yang terjerumus.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemprov Jakarta
Pemprov Jakarta telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi isu ini, antara lain:
- Melakukan sosialisasi secara langsung di area CFD
- Memberikan informasi mengenai risiko dan dampak negatif dari judi online
- Membuat kampanye kesadaran masyarakat melalui media dan platform digital
- Mengajak para pelaku usaha dan komunitas lokal untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan
Selain itu, Pemprov Jakarta juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap aktivitas judi online.
Kehadiran CFD sebagai Ruang Edukasi
CFD bukan hanya menjadi tempat bagi masyarakat untuk berolahraga dan bersenang-senang. Ruang ini juga digunakan sebagai tempat edukasi dan sosialisasi. Berbagai tema seperti kesehatan, lingkungan, dan kesadaran akan bahaya judi online sering kali dibahas di sini.
Dengan adanya CFD, masyarakat Jakarta memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang berguna. Hal ini juga membantu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kebersihan kota.
Komentar
Kirim Komentar