Penipuan Mengatasnamakan Wakil Bupati Sikka
Masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), diimbau untuk waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi. Imbauan ini muncul setelah seorang oknum tak dikenal menggunakan nomor WhatsApp +62 813-1605-3882 untuk meminta sumbangan dengan dalih donasi dari pemerintah daerah.
Penipuan ini terungkap setelah salah seorang pengurus gereja di Paroki Salib Suci Mauloo menerima pesan melalui WhatsApp (WA) pada Minggu, 26 Oktober 2025, sekitar pukul 20.46 WITA. Dalam pesannya, pelaku memperkenalkan diri sebagai Wakil Bupati Sikka. Pesan tersebut berisi:
Shalom. Apakah ini benar dengan salah satu pengurus Gereja se-Paroki Salib Suci Mauloo? Perkenalkan, saya Bapak Ir. Simon Subandi Supriadi, Wakil Bupati Sikka.
Pelaku kemudian melakukan panggilan tak terjawab (miscall) dan melanjutkan percakapan dengan tujuan mengkonfirmasi bantuan donasi yang disebut-sebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Ia menulis dalam pesan berikutnya:
Maksud dan tujuan saya menghubungi Bapak saat ini guna menyampaikan perihal bantuan donasi yang dibagikan oleh Pemkab.

Namun, target yang merasa curiga menanyakan rincian donasi tersebut. Pelaku kemudian menegaskan bahwa donasi itu dibagikan per lima tahun sekali dan diperuntukkan ke seluruh tempat ibadah di wilayah Pemkab Sikka. Tak hanya itu, ia juga meminta nomor rekening dan foto buku rekening lembaga untuk proses penyaluran.
Penyangkalan dari Wakil Bupati
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, yang dikonfirmasi pada Minggu malam membantah keras bahwa nomor tersebut bukan miliknya. Ia menyatakan:
Saya tidak punya nomor itu. Itu penipuan! Nomor saya hanya satu yang saya gunakan sekarang. Ini perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab, tegas Simon Subandi melalui pesan WhatsApp kepada media ini.
Wabup Simon menegaskan, dirinya tidak pernah menghubungi siapa pun untuk menginformasikan terkait dana atau donasi melalui pesan pribadi.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai upaya penipuan yang dapat merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik pemerintah daerah. Ia mengatakan:
Saya sangat menyesalkan tindakan oknum yang mencatut nama saya untuk menipu masyarakat, khususnya pengurus gereja dan lembaga keagamaan. Ini sangat merugikan dan mencoreng nama baik Pemkab Sikka, ujarnya.
Imbauan Kepada Masyarakat
Lebih lanjut, Wabup Simon juga menekankan, seluruh program bantuan pemerintah daerah disalurkan melalui mekanisme resmi, bukan lewat pesan pribadi atau komunikasi non formal.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau panggilan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. Jika ada hal mencurigakan, segera konfirmasi ke instansi terkait atau laporkan ke pihak berwenang, tambahnya.
Komentar
Kirim Komentar