
Keluhan Warga Tuban Terhadap Kualitas BBM Pertalite
Sejumlah warga Kabupaten Tuban mengeluhkan kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga memengaruhi performa mesin kendaraan mereka. Salah satu pengemudi, H (51), mengaku mobilnya harus dibawa ke bengkel karena mengalami kerusakan setelah menggunakan BBM tersebut.
H, warga Kecamatan Semanding, menjelaskan bahwa ia merasakan perubahan pada kualitas BBM sejak awal pekan lalu. Ia menyebutkan bahwa warna dan aroma BBM terasa berbeda dari biasanya.
Saya merasa ada yang beda sejak hari Selasa atau Rabu kemarin. BBMnya warnanya agak berubah dan baunya lebih menyengat dari biasanya, ujarnya.
Awalnya, H tidak mengira perubahan ini akan memengaruhi mesin mobilnya. Namun, pada hari Kamis, ia mulai merasakan gangguan pada kendaraannya. Mobil yang biasa digunakan untuk bekerja dan mengantar barang tiba-tiba mengalami masalah.
Kamis pagi mobil mulai mbrebet waktu mau kirim barang ke Rembang, Jawa Tengah. Akhirnya saya batalkan perjalanan dan langsung ke bengkel. Setelah dicek ternyata penyebabnya bahan bakar, imbuhnya.
Tidak hanya itu, kejadian serupa kembali terjadi pada hari Jumat saat H mencoba mengirim barang lagi. Kali ini, mobilnya bahkan sampai mogok di tengah jalan. Saat kembali dibawa ke bengkel, penyebabnya tetap sama yaitu kualitas BBM.
Sampai Jenu sudah mbrebet lagi, digas malah mati, bebernya.
Akibat kejadian tersebut, H harus mengeluarkan biaya perbaikan sebesar Rp1,2 juta. Hal ini membuatnya sangat khawatir dan menuntut penjelasan dari pihak terkait.
Tanggapan Pertamina atas Keluhan Warga
Menanggapi keluhan warga Tuban terkait dugaan masalah pada BBM jenis Pertalite, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut di sejumlah SPBU di wilayah Tuban.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan prosedur pengawasan mutu yang ketat di setiap tahapan distribusi.
Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat. Seluruh proses dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk pengujian laboratorium sebelum disalurkan, ujar Ahad.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina telah mengambil sampel Pertalite dari tiga SPBU di Tuban yang ramai diperbincangkan di media sosial untuk diuji di laboratorium.
Uji laboratorium sudah dilakukan, kami harap hasilnya segera keluar agar masyarakat mendapat kepastian, imbuhnya.
Pertamina juga memastikan pasokan BBM ke seluruh SPBU di Tuban tetap aman dan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu.
Kami imbau masyarakat yang mengalami kendala pada kendaraan setelah pengisian BBM agar melapor ke SPBU tempat pengisian terakhir, atau melalui Call Center Pertamina 135, pungkasnya.
Langkah yang Dilakukan oleh Pertamina
Pertamina mengambil langkah-langkah proaktif untuk menangani keluhan warga. Di antaranya:
- Melakukan pemeriksaan langsung di beberapa SPBU yang menjadi pusat keluhan.
- Mengambil sampel BBM dari SPBU yang terkait untuk diuji di laboratorium.
- Memastikan bahwa semua proses distribusi BBM sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.
- Menyediakan saluran komunikasi seperti Call Center Pertamina 135 untuk menerima laporan dari masyarakat.
Dengan adanya tindakan ini, Pertamina berharap dapat memberikan kepastian bagi masyarakat tentang kualitas BBM yang mereka konsumsi.
Peringatan dan Saran untuk Pengguna BBM
Bagi pengguna BBM, terutama Pertalite, penting untuk tetap waspada terhadap perubahan kualitas bahan bakar. Jika terjadi gangguan pada kendaraan setelah pengisian BBM, segera laporkan ke SPBU terdekat atau melalui layanan pelanggan Pertamina.
Komentar
Kirim Komentar