
Penyelidikan Terkait Penganiahan Siswa SMA di Langkat
Polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memahami lebih dalam mengenai motif dan kronologi kejadian yang menimpa seorang remaja. Kejadian ini terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), setelah video penganiayaan yang melibatkan dua pelajar SMA beredar luas di media sosial.
Dalam insiden tersebut, korban berinisial B (16 tahun) menjadi target pengeroyokan oleh beberapa siswa lainnya. Saat ini, kedua pelaku masih dalam status sebagai terperiksa. Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menyampaikan bahwa dua pelaku telah diamankan dan sedang diperiksa oleh penyidik. Untuk sementara kami sudah amankan dua orang, ujarnya pada Minggu (26/10/2025).
Video yang viral menunjukkan adegan korban berseragam Pramuka yang dikeroyok oleh beberapa siswa. Dalam rekaman tersebut, korban dipukul dan ditendang hingga terjatuh ke semak-semak. Ketika mencoba bangkit, ia kembali diserang hingga akhirnya berlutut tanpa daya.
Latar Belakang Insiden
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah II, Abdul Kediri Sumorangkir, mengonfirmasi bahwa kejadian ini terjadi di luar lingkungan sekolah pada Jumat (24/10/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Para pelaku diketahui berasal dari SMA Negeri Tanjung Pura.
Menurut informasi awal, penganiayaan diduga dipicu oleh tindakan korban yang menggeber sepeda motor, sehingga menyinggung pelaku. Kabarnya penyebabnya karena korban menyinggung pelaku dengan menggeber sepeda motor, kata Abdul.
Abdul menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah untuk menyelidiki lebih lanjut dan memastikan adanya tindakan tegas terhadap pelaku. Informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan, ujarnya.
Tanggapan Publik dan Komitmen Aparat
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pelajar dan menunjukkan kekerasan yang terekam jelas dalam video. Aparat Kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan dan menegakkan hukum secara adil.
Proses Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan
Polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan pelaku untuk memastikan semua fakta terungkap. Selain itu, pihak sekolah juga akan mengevaluasi kebijakan dan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selama proses penyelidikan berlangsung, polisi meminta masyarakat untuk tidak membuat spekulasi atau menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Mereka berharap dapat memberikan penjelasan lengkap setelah seluruh data terkumpul.
Kesimpulan
Insiden ini menunjukkan pentingnya kesadaran tentang perilaku yang tidak sopan dan kekerasan di kalangan pelajar. Pihak sekolah dan aparat hukum harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Dengan investigasi yang mendalam, diharapkan kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh komunitas pendidikan.
Komentar
Kirim Komentar