
Kerja Sama Universitas PGRI Pontianak dan TP PKK Kota Singkawang dalam Penguatan Pendidikan Keluarga
Universitas PGRI Pontianak terus memperkuat perannya sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pengembangan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu bentuk nyata dari komitmen ini adalah kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Singkawang dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema Peran Ibu PKK melalui Pendidikan Keluarga, Ketahanan Hukum, dan Kepedulian Lingkungan. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kantor TP PKK Kota Singkawang pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus PKK dari berbagai kecamatan, kader perempuan, mahasiswa, serta tokoh masyarakat. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat kapasitas ibu dan kader PKK dalam membangun keluarga yang tangguh, sadar hukum, dan berwawasan lingkungan.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Singkawang, Rahmadiyanti, menekankan bahwa pendidikan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak dan ketahanan sosial masyarakat. Menurutnya, PKK tidak hanya mengajarkan keterampilan rumah tangga, tetapi juga membentuk kesadaran pendidikan keluarga sebagai fondasi moral dan sosial anak-anak.
IBU adalah sekolah pertama bagi anak, dan keluarga adalah universitas kehidupan, ujarnya. Ia menambahkan bahwa TP PKK Singkawang berkomitmen memperluas program literasi keluarga, pelatihan parenting, serta advokasi hukum dan lingkungan di tingkat kelurahan agar nilai-nilai edukatif PKK semakin dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas PGRI Pontianak, Suherdiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi perguruan tinggi dalam menjalankan tri dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa PKM ini bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga transfer nilai. Melalui kolaborasi dengan PKK, pihak kampus menggerakkan pendidikan keluarga, kesadaran hukum, dan budaya peduli lingkungan secara simultan.
Tiga hal ini harus berjalan beriringan untuk menciptakan masyarakat cerdas dan beradab, jelas Suherdiyanto. Ia menegaskan bahwa Universitas PGRI Pontianak akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pelatihan kader PKK berbasis literasi hukum dan lingkungan hidup.
Senada dengan hal tersebut, Ivan Veriansyah, Sekretaris Program Studi Pendidikan Geografi UPGri Pontianak, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pendidikan keluarga. Menurutnya, kesadaran lingkungan tidak bisa diajarkan hanya di sekolah, tetapi harus dimulai dari rumah.
Keluarga yang sadar akan kebersihan, pengelolaan sampah, dan pelestarian alam akan menanamkan kebiasaan baik bagi anak sejak dini, ungkap Ivan. Ia menilai peran PKK sangat strategis karena mampu menjangkau masyarakat akar rumput dan menjadi penggerak perubahan menuju gaya hidup yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara TP PKK Kota Singkawang dan Universitas PGRI Pontianak dalam upaya mengembangkan program edukasi keluarga berkelanjutan di Kota Singkawang. Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka menilai kolaborasi antara kampus dan PKK membuka ruang baru untuk belajar dan menerapkan nilai-nilai pendidikan keluarga, hukum, dan lingkungan secara nyata di masyarakat.
Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut, karena memberikan manfaat nyata bagi kader PKK dan masyarakat, ujar salah satu peserta. Melalui kemitraan ini, Universitas PGRI Pontianak menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas dalam membangun keluarga cerdas, sadar hukum, dan peduli lingkungan sebagai fondasi peradaban masyarakat Kalimantan Barat yang berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar