Unri dan USM Perkuat Kemitraan Internasional di Penang, Malaysia

Unri dan USM Perkuat Kemitraan Internasional di Penang, Malaysia

Unri dan USM Perkuat Kemitraan Internasional di Penang, Malaysia

Kerjasama Internasional Unri dan USM dalam Pengabdian Masyarakat

Universitas Riau (Unri) dan Universiti Sains Malaysia (USM) memperkuat jalinan kerjasama internasional melalui kegiatan pengabdian bersama yang dilaksanakan di Penang, Malaysia. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nota kesepahaman (MoU) yang telah lama terjalin antara kedua universitas, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Advertisement

Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi Unri yang dipimpin oleh Prof. Dr. Neni Hermita, M.Pd., Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unri. Sementara dari pihak USM, kegiatan dikoordinasikan oleh Dr. Siti Zuraidah Md Osman, Deputy Dean Academic Pusat Pengajian Ilmu Pendidikan (PPIP) USM. Implementasi kerjasama kali ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan bagi para guru sekolah dasar di Penang yang digelar bersama NGO Persatuan Pendidik Lestari Hijau Pulau Pinang.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkuat kompetensi para guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang berkelanjutan dan berbasis lingkungan. Ms. Fasya selaku pimpinan NGO Persatuan Pendidik Lestari Hijau Pulau Pinang turut berperan aktif dalam menyusun materi dan kegiatan pelatihan. Kegiatan diikuti antusias oleh para guru yang ingin meningkatkan pemahaman mereka terhadap metode pendidikan hijau dan inovatif.

Dari pihak Unri, turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., yang didampingi oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unri, Dr. Belli Nasution, M.A., serta Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri, Dr. Dessy Artina, S.H., M.H. Mereka ikut terlibat dalam diskusi dan sesi evaluasi terkait penguatan sinergi akademik antara Unri dan USM.

Anggota Tim Unri

Selain itu, tim Unri juga terdiri dari Dr. Suroyo, M.Pd. (Sekretaris Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), Rifqa Gusmida Syahrun Barokah, M.Ed., dan Riko Irawan, M.Si., yang turut berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran dan pengabdian bersama. Kolaborasi lintas bidang ini mencerminkan komitmen kedua universitas dalam memperluas dampak akademik hingga ke tingkat regional.

Dari pihak USM, kegiatan dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan dosen, antara lain Prof. Madya Dr. Salmiza Saleh (Deputy Dean Research), Dr. Tan Wee Ling selaku moderator kegiatan, serta perwakilan NGO National STEM Association Penang, Dr. Marina dan Dr. Lina. Tidak hanya itu, kegiatan juga diikuti oleh beberapa pensyarah dan mahasiswa program doktor (S3) dari USM.

Peran Pemimpin dan Kontribusi

Dr. Mexsasai Indra dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan antaruniversitas di kawasan Asia Tenggara. "Banyak kesamaan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam aspek sosial budaya dan tantangan dunia pendidikan dasar. Hal tersebut membuka ruang besar bagi pengembangan model pendidikan kolaboratif yang relevan dengan konteks lokal kedua negara," kata Mexsasai dalam sambutannya.

Kegiatan ditutup dengan sesi berbagi informasi, evaluasi, dan pembahasan strategi penguatan kerjasama antara Unri dan USM ke depan. Kedua pihak bersepakat untuk terus memperluas kolaborasi, tidak hanya di bidang pengabdian, tetapi juga dalam riset pendidikan dan pengembangan kurikulum guru.

Apresiasi dan Harapan

Dr. Siti Zuraidah Md Osman dari USM mengapresiasi kontribusi aktif delegasi Unri yang dinilai mampu memberikan perspektif baru dalam praktik pengajaran dan pengabdian lintas negara. Ia menegaskan bahwa PPIP USM akan terus membuka ruang bagi kegiatan kolaboratif serupa pada tahun-tahun berikutnya.

Melalui kegiatan ini, Unri menegaskan komitmennya untuk terus menguatkan peran sebagai universitas yang berorientasi internasional, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi dengan USM diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat membangun jejaring akademik yang berdampak langsung pada masyarakat.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar