
Perayaan Hari Jadi ke-317 Kota Toboali dengan Tema Unik
Toboali, yang berada di Kabupaten Bangka Selatan, merayakan peringatan Hari Jadi ke-317 tahun ini dengan tema yang sangat unik. Tema yang diusung adalah Hekaban, Hekawan, Heberuyot, yang berasal dari bahasa daerah asli masyarakat setempat.
Kata-kata tersebut memiliki makna yang dalam. Hekaban berarti berkelompok atau bersama, Hekawan berarti berteman, dan Heberuyot berarti bersaudara. Keseluruhan maknanya mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan yang selama ini menjadi ciri khas warga Toboali dalam membangun daerahnya.
Pada acara perayaan yang digelar pada Jumat (24/10/2025), Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Erwin Asmadi, menjelaskan bahwa tema ini dipilih untuk menegaskan pentingnya nilai-nilai sosial yang telah menjadi fondasi kuat masyarakat Toboali sejak dulu.
Di usia 317 tahun ini, Toboali bukan lagi kota muda. Banyak hal telah terjadi dan banyak sejarah telah terukir, ujarnya.
Erwin menambahkan bahwa usia panjang Kota Toboali menjadi pengingat bahwa perkembangan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Semangat Hekaban, Hekawan, Heberuyot menjadi simbol bahwa kemajuan hanya bisa dicapai jika semua pihak berjalan beriringan.
Kepada generasi muda, teruslah mengisi cita-cita para pahlawan kota Toboali dengan pembangunan dan kemajuan. Jangan biarkan semangat kebersamaan ini pudar di tengah tantangan zaman, tambahnya.
Transformasi Kota Toboali Sejak Masa Kolonial
Toboali yang telah dua dekade menjadi ibu kota Kabupaten Bangka Selatan telah mengalami transformasi besar sejak masa kolonial hingga era modern. Dulu, kota ini dikenal sebagai daerah perkebunan dan pertambangan timah. Kini, Toboali berkembang menjadi pusat ekonomi, budaya, dan pemerintahan di selatan Pulau Bangka.
Perayaan Hari Jadi tahun ini menjadi momen penting untuk merefleksikan sejarah panjang kota ini dan menegaskan tekad untuk memperkuat identitas lokal. Pemerintah daerah bersama masyarakat terus menjaga nilai-nilai lokal seperti gotong royong, toleransi, dan rasa kekeluargaan.
Nilai-nilai tersebut terangkum dalam filosofi Hekaban, Hekawan, Heberuyot. Dengan tema tersebut, perayaan 317 tahun Kota Toboali menjadi kesempatan penting untuk mempererat hubungan antargenerasi dan meneguhkan semangat membangun daerah secara bersama-sama.
Makna dan Pesan di Balik Tema Perayaan
Tema Hekaban, Hekawan, Heberuyot tidak hanya sekadar slogan, tetapi juga merupakan pesan mendalam tentang pentingnya kerja sama dan persatuan. Di tengah dinamika perubahan yang terjadi, semangat ini menjadi pedoman bagi seluruh warga Toboali untuk tetap saling mendukung dan bekerja sama dalam membangun kota yang lebih baik.
Selain itu, tema ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun kota ini sudah berusia ratusan tahun, ia tetap memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan mempertahankan nilai-nilai lama sambil menjawab tantangan masa kini, Toboali dapat menjadi contoh nyata dari kota yang maju tanpa meninggalkan akar budaya dan tradisinya.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski telah melalui berbagai fase perkembangan, Toboali masih menghadapi tantangan-tantangan baru. Dari segi infrastruktur hingga pengembangan ekonomi, kota ini perlu terus berinovasi agar tetap kompetitif. Namun, dengan semangat kebersamaan yang selalu dijaga, warga Toboali percaya bahwa mereka mampu menghadapi semua tantangan tersebut.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda. Dengan memberikan peluang pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja, diharapkan generasi muda akan menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan kota.
Menjaga Identitas Lokal
Dalam proses pembangunan yang pesat, penting bagi Toboali untuk tetap menjaga identitas lokalnya. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan rasa kekeluargaan harus terus dilestarikan. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan antarwarga, tetapi juga membentuk karakter bangsa yang solid dan harmonis.
Dengan demikian, perayaan Hari Jadi ke-317 Kota Toboali tidak hanya menjadi momen untuk merayakan sejarah, tetapi juga menjadi ajang untuk merefleksikan nilai-nilai lama dan menegaskan komitmen bersama dalam membangun masa depan yang lebih cerah.
Komentar
Kirim Komentar