
Tzuyang akan Hadir sebagai Saksi dalam Sidang Audit Majelis Nasional
Tzuyang, seorang YouTuber mukbang ternama asal Korea Selatan, yang memiliki nama asli Park Jung Won, akan menjadi saksi dalam sidang audit yang akan diadakan oleh Majelis Nasional. Kesaksian ini dianggap penting karena Tzuyang akan berbicara mengenai maraknya praktik “cyber wrecker”, yaitu aktivitas yang dilakukan oleh kanal daring dengan sengaja menyebarkan informasi palsu, sensasional, atau menyesatkan demi mendapatkan keuntungan finansial dan popularitas.
Komite Sains, Informasi, Komunikasi, dan Teknologi (SICT) telah mengajukan mosi pemanggilan Tzuyang bersama kuasa hukumnya, pengacara Kim Tae Yeon, untuk menjadi saksi dalam rapat audit. Mosi tersebut akan dibahas dan diputuskan dalam rapat pleno komite pada 24 September. Jika disetujui, Tzuyang akan hadir secara resmi memberikan kesaksian pada sidang audit yang berlangsung pada 14 Oktober mendatang.
Langkah ini menarik perhatian publik karena Tzuyang sendiri merupakan korban dari kasus pemerasan besar-besaran pada tahun 2023. Saat itu, sejumlah YouTuber, termasuk Gu Jae Yeok (nama asli Lee Jun Hee) dan Jujak Gambyulsa (Jeon Guk Jin), mengancam akan menyebarkan tuduhan palsu mengenai kehidupan pribadi Tzuyang serta dugaan penggelapan pajak. Mereka menekan Tzuyang agar menyerahkan uang dalam jumlah besar, dan akhirnya ia membayar sebesar 55 juta KRW atau sekitar Rp 657,4 juta.
Kasus tersebut kemudian diproses hukum, dan para pelaku dijatuhi hukuman. Gu Jae Yeok menerima vonis penjara tiga tahun yang dikuatkan dalam banding, sedangkan Jujak Gambyulsa mendapatkan hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan tiga tahun. Dua rekan mereka, Karakyulla dan Crocodile, dijatuhi hukuman percobaan serta denda.
Pengacara Kim Tae Yeon menegaskan bahwa keputusan Tzuyang untuk bersaksi bukanlah hal yang mudah, mengingat trauma serta tekanan emosional yang ia alami akibat kasus tersebut. Ia menyatakan bahwa Tzuyang memilih untuk berbicara agar masyarakat menyadari persoalan ini, mencegah munculnya korban baru, serta membuka mata terhadap celah sistemik yang memungkinkan penyalahgunaan semacam ini terus terjadi.
Selain itu, anggota parlemen Kim Jang Kyum dari Partai Kekuatan Rakyat, yang mengajukan pemanggilan Tzuyang, menekankan arti penting kesaksiannya. Ia menilai bahwa kesaksian Tzuyang dapat menjadi momentum untuk mengungkap sejauh mana aktivitas cyber wrecker merugikan individu maupun masyarakat luas, sekaligus menyoroti tanggung jawab platform digital besar seperti YouTube. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mempertanyakan apa saja langkah yang sudah dilakukan platform seperti YouTube dalam melindungi korban, serta apakah mereka sengaja menutup mata demi keuntungan komersial dan jumlah penonton.
Keputusan Tzuyang untuk tampil di hadapan Majelis Nasional dipandang publik sebagai langkah berani. Ia tidak hanya menyuarakan pengalaman pribadinya sebagai korban, tetapi juga menggunakan platform kesaksiannya untuk memperjuangkan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi masyarakat dari penyalahgunaan digital, perundungan siber, hingga pemerasan konten yang semakin marak dalam lanskap media Korea Selatan saat ini.
Komentar
Kirim Komentar