Tujuh Emas Tewas dalam Serangan KKB di Yahukimo

Tujuh Emas Tewas dalam Serangan KKB di Yahukimo

Tujuh Emas Tewas dalam Serangan KKB di Yahukimo

Advertisement

Serangan KKB di Yahukimo, Tujuh Pendulang Emas Tewas

Pada hari Kamis (2/10/2025), sebanyak tujuh pendulang emas meninggal dunia akibat serangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Serangan ini terjadi di tiga lokasi penambangan emas yang berada di wilayah tersebut.

Para korban telah dievakuasi oleh aparat gabungan TNI dan Polri. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai pada pukul 02.30 WIT, setelah mengalami luka-luka yang cukup parah. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap, sesuai dengan lokasi masing-masing korban.

Beberapa dari korban ditemukan di Kampung Bingki, Distrik Seradala. Mereka adalah Desen Domungus dan Marselinus, yang dievakuasi pada 26 September 2025. Selanjutnya, Roberto Agama alias Obet, Unu, dan Marsel alias Unus dievakuasi pada Rabu (1/10/2025) di Kali I/Kali Kulum, Distrik Seradala.

Roberto Agama (37 tahun) dan Marselino Lumare (32 tahun) berasal dari Sanger, sedangkan Yunus Agama (29 tahun) berasal dari Maluku. Ketiganya tinggal di Dekai, Yahukimo. Sementara itu, Andika Pratama dan Fikram Amimam dievakuasi pada Kamis (2/10/2025) di Camp Ekskavator Kali I, Distrik Seradala. Keduanya juga berasal dari Sanger dan tinggal di Jalan Paradiso, Dekai.

Penegakan Hukum Akan Dilakukan Secara Profesional

Polisi menegaskan bahwa mereka tidak akan memberi ruang bagi KKB yang menamakan dirinya Kodap XVI Yahukimo, Batalion Yamuhe, Kanibal, dan Sisibia yang dipimpin oleh Kopitua Heluka. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, yang menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta bertindak tegas secara profesional terhadap siapa pun yang terlibat dalam kejahatan bersenjata.

“Penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Stabilitas keamanan di Yahukimo adalah prioritas utama,” ujarnya.

Langkah Tegas untuk Menjaga Keamanan Wilayah

Serangan yang terjadi di Distrik Seradala menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan setempat. Dengan adanya tindakan tegas yang akan diambil, diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Para korban yang selamat kini mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Dekai, sementara pihak berwajib terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta terkait serangan tersebut.


Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, pihak TNI dan Polri akan terus memperkuat pengawasan di daerah-daerah rawan seperti Distrik Seradala. Selain itu, komunikasi dengan masyarakat setempat juga akan ditingkatkan agar bisa mendapatkan informasi lebih cepat terkait aktivitas KKB di wilayah tersebut.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan

Masyarakat setempat juga diharapkan untuk aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan melaporkan kecurigaan atau informasi penting kepada aparat keamanan, masyarakat dapat berkontribusi dalam mencegah tindakan kriminal yang merugikan masyarakat luas.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan keamanan di wilayah Yahukimo dapat kembali pulih dan kondusif. Pemerintah juga akan terus memperhatikan kondisi masyarakat yang terkena dampak dari kejadian ini, termasuk para keluarga korban yang harus menghadapi kesedihan akibat hilangnya anggota keluarga mereka.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar