
Proyek Ballroom Baru Gedung Putih Dikaitkan dengan Nama Donald Trump
Sebuah proyek besar yang sedang berlangsung di Gedung Putih, kantor pusat pemerintahan Amerika Serikat (AS), kemungkinan akan dinamai dengan nama mantan Presiden AS, Donald Trump. Proyek ini adalah ballroom baru yang memiliki luas sekitar 8.360 meter persegi dan diperkirakan bernilai 300 juta dollar AS (sekitar Rp 4,9 triliun).
Menurut laporan dari sumber-sumber internal pemerintahan, beberapa pejabat senior telah menyebut proyek tersebut sebagai "The President Donald J Trump Ballroom". Meskipun belum ada pengumuman resmi dari pihak Gedung Putih, informasi ini menunjukkan bahwa penamaan ini sangat mungkin menjadi resmi.
Trump sendiri dikenal memiliki kebiasaan untuk menamai proyek konstruksinya dengan namanya sendiri. Contohnya adalah Trump Tower, sebuah gedung pencakar langit yang terletak di New York City. Kebiasaan ini tampaknya akan dilanjutkannya dalam proyek ballroom baru ini.
Ketika ditanya oleh media tentang apakah ia sudah menentukan nama untuk ballroom tersebut, Trump hanya tersenyum dan tidak memberikan jawaban lebih lanjut. Ia mengatakan, Saya tidak akan membahas itu sekarang.
Pembangunan Ballroom Baru Mulai Berjalan
Sayap Timur Gedung Putih telah sepenuhnya dibongkar untuk memberi ruang bagi pembangunan ballroom baru. Foto-foto udara menunjukkan bahwa area tersebut saat ini sedang dalam tahap konstruksi yang cukup besar.
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada media bahwa dana sebesar 350 juta dollar AS (sekitar Rp 5,8 triliun) telah berhasil dikumpulkan untuk proyek ini. Pejabat tersebut menyampaikan bahwa Trump menerima dukungan yang sangat positif dan besar dari para pendukungnya, hingga terus menerima sumbangan.
Meski demikian, biaya pembangunan tetap diperkirakan mencapai 300 juta dollar AS. Pejabat tersebut tidak menjelaskan bagaimana rencana penggunaan dana tambahan sekitar 50 juta dollar AS (sekitar Rp 831 miliar) dari total donasi yang diterima.
Tantangan dan Proses Pengambilan Keputusan
Pembangunan ballroom baru ini memicu berbagai reaksi dari publik dan kalangan politik. Beberapa orang mengkritik tindakan Trump yang ingin menamai proyek negara dengan namanya sendiri, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya selama masa jabatannya.
Proses pengambilan keputusan untuk menamai ballroom tersebut juga masih dalam proses. Meskipun banyak pihak mendukung ide ini, ada juga yang khawatir tentang kesan yang muncul dari penamaan tersebut.
Masa Depan Ballroom Baru
Ballroom baru ini akan menjadi salah satu fasilitas utama Gedung Putih. Selain digunakan untuk acara resmi, seperti pertemuan diplomatik dan acara kenegaraan, ballroom ini juga akan menjadi simbol dari perubahan dan inovasi yang dilakukan pemerintah.
Dengan pembangunan yang sedang berlangsung, masyarakat mulai menantikan bagaimana ballroom ini akan terlihat nantinya. Apakah akan menjadi ikon baru Gedung Putih atau justru menjadi bahan perdebatan?
Komentar
Kirim Komentar