
Kisah Timothy Anugerah Saputra: Anak yang Dikabarkan Meninggal di Kampus Unud Bali
Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, dikenal sebagai sosok yang ceria dan rajin dalam belajar. Namun, kisah hidupnya berubah drastis setelah ia ditemukan tergeletak di halaman Gedung FISIP Unud pada 15 Oktober 2025, setelah diduga jatuh dari lantai empat. Kejadian ini menimbulkan banyak tanda tanya dan perdebatan di kalangan masyarakat.
Timothy lahir di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, 22 tahun silam. Ia adalah putra semata wayang dari Sharon dan Lukas Triana Putra. Dalam sebuah podcast 'Curhat Bang' Denny Sumargo di YouTube, Sharon menceritakan bagaimana proses kelahirannya penuh keajaiban. "Itu anugerah karena seharusnya persalinan yang seret, air ketuban sudah habis. Dokter bilang operasi saja, tapi ternyata lancar," ujarnya dengan suara bergetar.
Kejadian tragis itu terjadi ketika Timothy ditemukan di halaman Gedung FISIP Unud. Meskipun polisi sementara mengklasifikasikan kasus ini sebagai bunuh diri berdasarkan visum awal, Sharon menegaskan bahwa kematian putranya belum pasti dan meminta penyelidikan lebih dalam. "Timothy sempat sadar di RSUP Sanglah, bilang Ibu, aku jatuh dari lantai 4. Tubuhnya utuh, hanya lengan patah, tapi ada yang janggal. Kami minta autopsi ulang," katanya, menolak spekulasi gangguan mental yang beredar.
Peristiwa ini memicu gelombang empati di media sosial, dengan tagar #JusticeForTimothy kembali viral. Sharon menyampaikan pesan penting kepada publik, "Timothy adalah anugerah kami. Jangan biarkan cerita (hidup) nya sia-sia."
Ayahnya, Lukas Triana Putra, juga memberikan pernyataan serupa. Ia menegaskan bahwa perjalanan hidup Timothy adalah anugerah dan menolak klaim bahwa anaknya memiliki kelainan mental. "Anak saya tidak cacat mental," tegas Lukas.
Sebelum kejadian tersebut, Timothy sempat mengalami gangguan pendengaran saat usia 3 tahun. Hal ini membuatnya kesulitan berbicara. "Kami bawa dia ke dokter spesialis THT anak, untuk diperiksa dan ternyata memang ada sumbatan kotoran-kotoran yang membuat dia tidak bisa mendengar secara baik dan benar. Sehingga membuat dia susah berbicara," jelas Lukas.
Setelah menjalani perawatan, Timothy akhirnya bisa bersosialisasi dengan normal di usia SMP. Sampai saat ini, ia tidak memiliki masalah psikologis apa pun, termasuk selama masa kuliah di Unud.
Lukas juga menyayangkan pernyataan pihak kampus yang tidak jelas terkait kematian anaknya. Selain itu, banyak berita-berita di media sosial yang tidak benar mengenai anak semata wayangnya itu. Agar tidak simpang siur, Lukas melaporkan dugaan bunuh diri anaknya itu ke polisi.
Fakta-Fakta Terkait Kematian Timothy
- Waktu kejadian: Timothy ditemukan di halaman Gedung FISIP Unud pada 15 Oktober 2025.
- Penyebab dugaan: Diduga jatuh dari lantai empat kampus.
- Pernyataan keluarga: Sharon dan Lukas menolak spekulasi tentang kondisi mental Timothy.
- Dugaan perundungan: Ada isu bahwa Timothy menjadi korban perundungan karena chat teman-temannya yang menghina.
- Proses penyelidikan: Pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian Timothy setelah laporan dari keluarga.
Komentar
Kirim Komentar