Terkuak! Hacker Bjorka Jual Data Ilegal dengan Kripto, Cuma Sekali Jual Raup Puluhan Juta

Terkuak! Hacker Bjorka Jual Data Ilegal dengan Kripto, Cuma Sekali Jual Raup Puluhan Juta


JAKARTA, aiotrade.app – Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya telah mengungkap seorang pria berinisial WFT yang berasal dari Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Pria ini diduga kuat sebagai pelaku yang terlibat dalam penjualan data ilegal di dark web menggunakan mata uang kripto.

Advertisement

Menurut Wakil Direktur Siber Direktorat Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, pelaku menerima pembayaran melalui akun-akun kripto yang dimilikinya. “Pelaku menerima pembayaran melalui akun-akun kripto yang dimiliki oleh pelaku,” ujar AKBP Fian pada Kamis (2/10/2025).

Selain itu, AKBP Fian menjelaskan bahwa pelaku rutin mengganti akun yang digunakan. “Secara rutin pelaku ini juga selalu mengganti. Jadi, setelah akun tersebut disuspen, maka dia akan selalu mengganti dengan akun-akun yang baru dan menggunakan email yang baru,” tambahnya.

Penggunaan metode ini menunjukkan bahwa pelaku sangat memperhatikan keamanan dan privasi dalam operasinya. Dengan mengganti akun secara berkala, ia mencoba untuk menghindari deteksi oleh aparat kepolisian maupun sistem keamanan digital.

AKBP Fian juga menyebutkan bahwa sekali WFT berhasil menjual data ilegal, ia bisa meraup puluhan juta rupiah. Hal ini menunjukkan betapa rentannya sistem keamanan data di berbagai institusi dan perusahaan, serta tingginya permintaan akan informasi sensitif di pasar gelap.

Beberapa data yang diperjualbelikan oleh pelaku antara lain informasi pribadi, nomor rekening, dan detail transaksi keuangan. Data ini kemudian dijual kepada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkannya untuk kejahatan siber seperti pencurian identitas, penipuan, atau penggelapan dana.

Dalam penangkapan ini, polisi juga menemukan beberapa alat dan perangkat lunak yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan aktivitas ilegalnya. Alat-alat ini termasuk aplikasi penyadap, program pemrosesan data, dan sistem enkripsi yang kompleks.

Kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dan lembaga terhadap keamanan data. Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi para pengguna internet untuk lebih waspada dalam mengelola informasi pribadi mereka.

Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan investigasi intensif selama beberapa bulan. Tim reserse siber Polda Metro Jaya bekerja sama dengan berbagai lembaga keamanan siber nasional dan internasional untuk memastikan bahwa pelaku tidak dapat terlepas dari jerat hukum.

Selain itu, kasus ini juga membuka pintu bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di dark web. Karena dark web sering kali menjadi tempat bagi kejahatan siber yang sulit terdeteksi.

Dengan adanya tindakan tegas dari pihak berwajib, diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan risiko yang tersembunyi di balik dunia maya. Selain itu, diharapkan juga muncul regulasi yang lebih ketat terkait perlindungan data pribadi dan keamanan siber.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar