Hasil Survei Prolog: Tiga Menteri Teknis Paling Disukai
Lembaga riset Public Research on Governance (Prolog) baru saja merilis hasil survei terbaru mengenai kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Survei ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan melalui lima faktor utama, yaitu efektivitas kebijakan, manfaat publik, konsistensi antarprogram, integritas pelaksanaan, serta empati dan responsivitas sosial.
Dalam survei tersebut, tiga menteri teknis mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi dari masyarakat. Berikut adalah nama-nama yang masuk dalam daftar tiga besar:
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dengan raihan 79,4 persen.
- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dengan raihan 78,9 persen.
- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto dengan raihan 78,6 persen.
Direktur Eksekutif Prolog, Arifuddin Hamid, menjelaskan bahwa survei ini dirancang untuk memotret persepsi publik terhadap kinerja para menteri, baik dari sisi koordinasi kebijakan lintas sektor maupun efektivitas program di tingkat pelaksanaan. Ia menekankan bahwa legitimasi pemerintahan terbentuk dari hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Publik menghargai kebijakan yang berdampak langsung dan dijalankan dengan tata kelola yang transparan.
Alasan Yandri Masuk Tiga Besar
Berbeda dari sejumlah survei lainnya, dalam survei ini, nama Yandri Susanto masuk tiga besar menteri dengan kinerja terbaik. Arifuddin menjelaskan, publik menilai Yandri Susanto masuk tiga besar karena keberhasilannya dalam mengonsolidasikan kebijakan desa yang berorientasi pada hasil dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Dalam pandangan publik, Yandri dianggap mampu menjaga kesinambungan antara kebijakan nasional dan implementasi di tingkat lokal dengan pendekatan yang partisipatif dan adaptif terhadap konteks sosial desa. Langkah-langkah kebijakan seperti percepatan penyaluran dana desa, penguatan BUMDes sebagai basis ekonomi komunitas, dan peningkatan kapasitas aparatur desa menunjukkan arah kebijakan yang lebih terukur dan inklusif.
Dalam konteks tata kelola, Yandri menjadi contoh bagaimana kebijakan desa bisa dijalankan dengan disiplin teknokratis tanpa kehilangan empati sosial, ujar Arifuddin.
Sementara dari sisi kelembagaan, hadirnya Koperasi Desa Merah Putih yang beriringan dengan peningkatan kinerja Bumdes yang sudah ada selama ini membuktikan kapasitas Kementerian Desa dalam mengonsolidasikan pemberdayaan masyarakat dalam satu sistem tata kelola yang tidak hanya administratif, tetapi juga partisipatif dan berorientasi pada pembangunan ekonomi desa yang lebih nyata.
Metode Pelaksanaan Survei
Survei ini dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 14 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.600 responden di 38 provinsi menggunakan metode multistage stratified random sampling. Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95 persen dengan margin of error 2,5 persen, berdasarkan Public Governance Performance Framework (OECDUNDP).



Komentar
Kirim Komentar