
Kabar Duka: Sufyanto, Mantan Ketua Bawaslu Jatim Meninggal Dunia
Pada hari Jumat (24/10/2025) siang, dunia kepemiluan dan akademisi di Jawa Timur kembali berduka. Sufyanto, mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim periode 2013-2018, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai tokoh penting dalam bidang pemilu dan pendidikan tinggi.
Sufyanto juga merupakan seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) serta praktisi yang aktif dalam berbagai kegiatan kepemiluan. Selain itu, ia juga menjadi pendiri sekaligus Direktur The Republic Institute, sebuah lembaga survei yang sering melakukan penelitian mengenai perilaku politik masyarakat, terutama pada masa pemilu.
Sebagai akademisi, Sufyanto mengajar di Prodi Ilmu Komunikasi di Umsida. Keberadaannya di kampus tidak hanya sebagai dosen, tetapi juga sebagai mentor bagi banyak mahasiswa dan pengajar lainnya.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Dekan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Umsida, Dr Poppy Febriana. Meskipun belum ada informasi detail mengenai penyebab meninggalnya Sufyanto, ia mengonfirmasi bahwa kabar tersebut benar adanya.
"Iya benar," ujar Dr Poppy saat dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat.
Hingga saat ini, penyebab kematian Sufyanto masih belum diketahui secara pasti. Namun, karier panjangnya di dunia kepemiluan dan akademisi membuat banyak pihak menyampaikan dukacita. Berbagai ucapan belasungkawa terus mengalir dari rekan kerja, teman, dan para mahasiswa.
Selain itu, akun resmi media sosial internal Umsida juga turut menyampaikan rasa duka atas kepergian Sufyanto. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kontribusi yang telah diberikan oleh almarhum selama bertahun-tahun.
Peran Sufyanto dalam Dunia Kepemiluan
Sufyanto memiliki peran penting dalam memperkuat sistem pengawasan pemilu di Jawa Timur. Sebagai mantan Ketua Bawaslu Jatim, ia telah berkontribusi dalam menjaga transparansi dan keadilan dalam proses pemilu. Selain itu, ia juga sering memberikan masukan dan pandangan mengenai isu-isu kepemiluan melalui berbagai forum diskusi dan seminar.
Sebagai pendiri The Republic Institute, Sufyanto juga membantu memperluas wawasan masyarakat tentang dinamika politik dan opini publik. Penelitian-penelitian yang dilakukan lembaganya sering digunakan sebagai bahan referensi oleh berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan media massa.
Peran Akademis dan Pengajaran
Di lingkungan kampus, Sufyanto dikenal sebagai dosen yang ramah dan peduli terhadap mahasiswa. Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga berupaya untuk memberikan wawasan yang luas mengenai ilmu komunikasi dan politik. Banyak mahasiswa yang menganggapnya sebagai figur teladan dan inspirasi dalam merancang karier mereka.
Selain itu, Sufyanto juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan akademis, seperti penelitian, pelatihan, dan workshop. Keterlibatan ini menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Ucapan Belasungkawa dan Apresiasi
Duka cita atas kepergian Sufyanto tidak hanya datang dari kalangan akademisi, tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak orang yang mengapresiasi kontribusi dan dedikasinya selama hidupnya.
Para rekan kerja, alumni, dan masyarakat umum menyampaikan doa dan harapan agar almarhum diterima di sisi Tuhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kesedihan ini.
Komentar
Kirim Komentar