Stok Pupuk Capai 161.993 Ton, Kaltim Siap Dukung Musim Tanam Oktober-Maret 2026

Stok Pupuk Capai 161.993 Ton, Kaltim Siap Dukung Musim Tanam Oktober-Maret 2026


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Advertisement

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat total stok pupuk yang dimiliki perusahaan mencapai 161.993 ton hingga Oktober 2025. Stok tersebut terdiri dari 112.035 ton Urea, 35.756 ton NPK, dan 14.202 ton NPK Kakao. Penyimpanan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pupuk yang cukup dalam mendukung kebutuhan petani selama musim tanam.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen penuh mendukung keberhasilan musim tanam Oktober 2025Maret 2026. Dengan adanya stok yang mencukupi, diharapkan petani dapat melakukan aktivitas pertanian secara optimal. Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi Pupuk Kaltim dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pasokan pupuk yang andal dan berkelanjutan.

"Stok pupuk tersebut telah tersedia di gudang-gudang Pupuk Kaltim dan siap disalurkan melalui jaringan distribusi Pupuk Indonesia Holding Company, selaku perusahaan induk untuk mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret," ungkap Purwanto dalam siaran pers, Sabtu (25/10).

Selain menjamin ketersediaan pupuk, Pupuk Kaltim juga terus memperkuat peran strategisnya dalam merealisasikan penyediaan pupuk subsidi sesuai mandat yang diberikan oleh Pupuk Indonesia. Pada tahun 2025, Pupuk Kaltim mendapatkan penugasan penyediaan produksi pupuk subsidi sebanyak 1.139.021 ton Urea, 370.742 ton NPK, dan 147.798 ton NPK Kakao. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah yang bertujuan menjaga kesejahteraan petani dan meningkatkan produksi pertanian nasional.

Dukungan Pupuk Kaltim terhadap musim tanam Oktober-Maret tidak hanya terbatas pada ketersediaan pupuk, tetapi juga diperkuat melalui program Agrosolution. Program ini merupakan inisiatif pendampingan Pupuk Kaltim yang bertujuan mendorong petani meningkatkan produktivitas lahan secara efisien, efektif, dan ramah lingkungan.

Sejak diluncurkan pada 2020, program Agrosolution telah berhasil menjangkau 50.918 petani hingga September 2025. Adapun luas lahan yang terdampak oleh program ini mencapai 103.271 hektar. Lahan tersebut tersebar di 16 provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan daerah lainnya. Dengan demikian, program ini memberikan dampak nyata dalam membantu para petani mengoptimalkan hasil panen mereka.

Beberapa keuntungan yang diberikan oleh program Agrosolution antara lain:

  • Peningkatan pengetahuan petani tentang penggunaan pupuk yang tepat dan efisien.
  • Penerapan teknik pertanian modern yang ramah lingkungan.
  • Bantuan teknis langsung dari ahli pertanian untuk meningkatkan hasil produksi.

Program ini juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan serta kesejahteraan petani.

Dengan kombinasi ketersediaan pupuk yang memadai dan dukungan teknis melalui program Agrosolution, Pupuk Kaltim menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian Indonesia. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan stabilitas pangan dan kesejahteraan petani di berbagai wilayah di Indonesia.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar