
Peristiwa Meninggalnya Sopir Ambulans Saat Mengantar Jenazah di Ciamis
Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terjadi peristiwa yang mengejutkan dan menyedihkan. Seorang sopir ambulans meninggal mendadak saat sedang menjalankan tugas mengantar jenazah ke rumah duka. Kejadian ini memicu rasa duka bagi warga sekitar dan menjadi sorotan publik.
Sopir ambulans bernama Wahyu (48) mengemudikan kendaraan milik Himpunan Masyarakat Hujung Tiwu (Himmah) untuk mengantar jenazah Lilih (45), seorang warga yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selama perjalanan dari Bandung ke Ciamis, tidak ada tanda-tanda bahwa Wahyu mengalami sakit. Bahkan, ia sempat berbincang santai dengan keluarga almarhumah saat waktu salat Ashar tiba.
Setibanya di rumah duka, Wahyu memarkirkan ambulans di halaman rumah duka dan memundurkannya agar proses penurunan jenazah lebih mudah. Namun, saat warga mulai menurunkan peti jenazah, Wahyu tiba-tiba terjatuh dari kursi kemudi dan tidak sadarkan diri. Warga segera membawanya ke Puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.
Wahyu diketahui memiliki riwayat penyakit lambung (maag) yang sering kambuh dan menyebabkan sesak napas. Meskipun demikian, selama perjalanan tidak ada gejala yang mencurigakan. Keluarga menyatakan bahwa Wahyu biasanya menjalani pengobatan rutin, tetapi tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kegawatdaruratan.
Kepala Dusun Hujung Tiwu 2, Rudi Soleh Komarudin, mengungkapkan bahwa Wahyu dikenal sebagai sosok yang ramah, ringan tangan, dan selalu siap membantu ketika dibutuhkan. Saat itu, ia sedang bersiaga di garasi ambulans di Bandung. Ketika mendapat kabar tentang adanya warga yang meninggal, Wahyu langsung berangkat tanpa menunda-nunda.
Sopir ambulans banyak, tapi saat itu mungkin hanya Mang Wahyu yang ada di garasi, jadi dia yang mengantar, ujar Rudi.
Kepergian Wahyu yang mendadak ini menyentuh banyak hati. Ia wafat setelah menunaikan tugas mulia, yaitu mengantar jenazah ke kampung halamannya. Peristiwa ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya memahami gejala-gejala penyakit serius seperti serangan jantung dan maag.
Gejala Sakit Maag dan Serangan Jantung: Apa Bedanya?
Sakit maag dan serangan jantung memiliki kesamaan gejala, terutama nyeri dada. Banyak orang sering salah mengira serangan jantung sebagai sakit maag biasa. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur, Dr. Zakky Hazami, SpJP, menjelaskan cara membedakan kedua kondisi tersebut.
Menurut dr. Zakky, gejala khas serangan jantung adalah nyeri dada kiri yang tembus ke belakang, disertai mual, muntah, dan keringat dingin. Nyeri ini terjadi secara tiba-tiba dan bisa sangat parah. Berbeda dengan sakit maag, nyeri dada akibat maag biasanya dipicu oleh faktor-faktor tertentu seperti makanan pedas atau asam. Nyeri ini bisa membaik dengan posisi tubuh tertentu, seperti duduk atau berdiri.
Dr. Zakky menekankan pentingnya untuk tidak meremehkan gejala serangan jantung. Jika seseorang mengalami gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau keringat dingin, segera lakukan pemeriksaan medis seperti Elektrokardiografi (EKG). EKG adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung dan bisa membantu diagnosis dini.
Ia juga mengingatkan bahwa jika seseorang memiliki riwayat sakit di bagian dada, harus lebih waspada. Setiap kali kambuh, durasinya bisa bertambah dan frekuensinya semakin sering. Jika tidak segera ditangani, risiko kematian bisa meningkat.
Komentar
Kirim Komentar