
Era Baru bagi PT Futura Energi Global Tbk (FUTR)
Setelah mengalami perubahan besar dalam kepemilikan saham, PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) kini menunjukkan tanda-tanda transformasi bisnis yang signifikan. Perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang pemasaran dan media ini kini mulai beralih ke sektor energi baru terbarukan (EBT), yang menjadi fokus utama dalam strategi bisnis barunya.
Perubahan ini diumumkan melalui surat jawaban perseroan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam surat tersebut, manajemen FUTR menjelaskan bahwa telah terjadi pergantian pemegang saham pengendali. Sebelumnya, PT Digital Futurama Global (DFG) memiliki 49,325% saham FUTR, namun kini seluruh kepemilikan saham tersebut telah dilepas.
Pemegang saham baru yang mengambil alih adalah PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara), yang telah membeli 45% saham FUTR dengan harga Rp 11 per lembar pada 9 September 2025. Total nilai transaksi mencapai Rp 32,84 miliar. Penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) dari Ardhantara adalah Bp. Geremy Gandhi Mansukhani.
Banting Setir ke Bisnis Energi Hijau
Perubahan struktur kepemilikan saham ini juga diikuti oleh rencana strategis baru yang akan membawa FUTR ke sektor energi hijau. Menurut informasi dari Ardhantara, FUTR akan diarahkan untuk menjadi holding energi hijau yang akan mengelola proyek-proyek energi, khususnya EBT.
Salah satu proyek besar yang sedang dipertimbangkan adalah proyek konsesi panas bumi (geothermal) di Gunung Slamet. Proyek ini dikuasai oleh anak perusahaan Ardhantara, yaitu PT Sejahtera Alam Energi (SAE). Proyek ini memiliki potensi hingga 220 MW dan saat ini sudah memasuki tahap eksplorasi aktif. Nilai investasi awal proyek ini mencapai lebih dari USD 80 juta atau setara Rp 1,2 triliun.
Manajemen FUTR menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan akan diwujudkan dalam bentuk penyertaan saham pada entitas operasional serta pengembangan struktur pemodalan.
Persiapan RUPSLB dan Rights Issue
Untuk mendukung transformasi bisnis ini, FUTR telah mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Senin, 10 November 2025. Pemanggilan resmi dan mata acara rapat akan diumumkan pada 17 Oktober mendatang.
Selain itu, Perseroan juga mengonfirmasi bahwa aksi korporasi seperti Right Issue (penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu) sudah masuk sebagai rencana korporasi. Pengendali baru saat ini juga tengah dalam proses untuk melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) sesuai peraturan yang berlaku.
Perubahan Besar dalam Bisnis
Perubahan drastis dari bisnis periklanan dan media menjadi energi hijau ini menandai babak baru bagi FUTR. Perubahan ini sangat dinantikan oleh para pelaku pasar, karena akan memberikan gambaran baru tentang arah bisnis FUTR di masa depan.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Dengan beralih ke sektor energi hijau, FUTR dihadapkan pada tantangan yang cukup besar. Namun, di balik tantangan tersebut, ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Proyek EBT seperti panas bumi memiliki potensi besar dalam mendukung kebutuhan energi nasional dan global.
Kemampuan FUTR dalam mengelola proyek-proyek besar seperti yang dimiliki oleh Ardhantara akan menjadi kunci keberhasilan transformasi ini. Selain itu, dukungan dari pemerintah dan regulasi yang mendukung pengembangan energi terbarukan juga akan menjadi faktor penting.
Dengan adanya RUPSLB dan rencana Right Issue, FUTR siap menghadapi perubahan besar ini. Kedepannya, para pemangku kepentingan akan terus memantau perkembangan FUTR dan bagaimana perusahaan ini berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis yang semakin dinamis.
Komentar
Kirim Komentar