Segera Lepaskan Stiker Ini di Mobil, Bisa Disalahgunakan

Segera Lepaskan Stiker Ini di Mobil, Bisa Disalahgunakan

Advertisement

Kejadian Premanisme di Surabaya yang Mengancam Keamanan Kendaraan

Beberapa waktu lalu, terjadi kejadian yang diduga merupakan modus premanisme di Surabaya. Modus ini memanfaatkan data yang terdapat pada stiker identitas kendaraan. Dalam unggahan di akun Threads udtboi, disebutkan adanya seseorang yang diduga sebagai preman berkedok debt collector (penagih utang) mencoba menarik mobil secara acak di kawasan Mal Ciputra World Surabaya.

Diduga, pelaku bisa mengakses berbagai data kendaraan karena pemilik mobil tidak melepas stiker identitas pabrikan yang masih menempel di kaca mobil. Hal ini menyebabkan informasi sensitif tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk tujuan kejahatan.

Awas hati2 bagi kalian yg masih mempertahin Stiker Identitas Kendaraan baru bawaan pabrik di kaca mobil kalian, bakal jadi sasaran empuk para preman berkedok debt collector seperti kejadian kemarin di Surabaya!! STOP mindset keliru yg bilang klo stiker id pabrikan tsb masih nempel maka mobil klo dijual harga 2nd nya bisa tinggi. Yg ada mobil kalian datanya dengan mudah bisa dicuri untuk Kejahatan karena stiker memuat data Nomer Mesin, Nomer Rangka, Kode Mesin, dll. Sangat Berbahaya?? , tulis akun tersebut.

Mobil kalian akan dituduh menunggak cicilan oleh para Preman berkedok Debt Collector tsb walaupun mobil kalian beli secara cash! Para DC membawa kertas yg mereka print sendiri berbekal data dari Stiker ID Kendaraan yg nempel di kaca mobil kalian tsb. Mereka bakal pura2 mau ngecek nomor mesin, nomor rangka dan kalian pasti kaget mereka bisa tau nomer rangka dan mesin sesuai stnk. Jadi sekali lagi bilangin ke ortu/sodara/tetangga yg suka ngeyel Stiker ID kendaraan dari pabrik tidak mau dilepas , tulis akun.

Penjelasan dari Ahli Keamanan

Menanggapi hal tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memberikan penjelasan bahwa stiker data pabrikan di mobil sebaiknya dicopot untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada benarnya, karena kejahatan sekarang sudah lebih di depan, katanya kepada aiotrade, Minggu (26/10/2025).

Memang pernah ada kasus pemalsuan identitas kendaraan dari stiker tersebut, tetapi tetap ada proses pembuktian di depan hukum, hanya memang menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Jadi kalau memang bisa dicopot, itu lebih baik, toh nggak ada untungnya juga stiker itu, kata Sony.

Sony melihat kasus tersebut menggambarkan adanya ancaman kriminalitas yang memanfaatkan data pada stiker identitas kendaraan. Ia menilai hal ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi para pemilik mobil.

Bahaya dari Data Sensitif pada Stiker Identitas

Stiker identitas pabrikan berisi informasi teknis seperti nomor mesin, nomor rangka, dan kode mesin data yang seharusnya bersifat pribadi dan sensitif. Jika informasi tersebut mudah dipindai atau dibaca oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, risikonya bisa sangat berbahaya.

Praktik membiarkan stiker identitas pabrikan tetap menempel kerap didasari anggapan keliru bahwa keberadaannya dapat meningkatkan nilai jual mobil bekas. Namun, pengalaman di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Data pada stiker tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencuri identitas kendaraan, memalsukan dokumen, hingga melakukan berbagai aksi penipuan.

Rekomendasi untuk Pemilik Kendaraan

Dari segi keamanan, Sony menyarankan agar pemilik kendaraan lebih waspada dan memperhatikan keberadaan stiker identitas pabrikan di mobil. Menurutnya, pencopotan stiker tersebut adalah langkah preventif yang lebih aman daripada membiarkannya tetap menempel.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang bahaya informasi sensitif yang tersimpan dalam stiker tersebut. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat bisa menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kesimpulan

Kasus premanisme di Surabaya yang melibatkan stiker identitas kendaraan menjadi peringatan bagi semua pemilik mobil. Informasi yang terdapat di dalamnya bisa menjadi senjata bagi pelaku kejahatan jika tidak dikelola dengan baik. Dengan memahami risiko dan mengambil langkah-langkah pencegahan, setiap individu dapat melindungi diri dari ancaman yang tidak terduga.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar