
Kondisi Korban Selamat di Rumah Sakit
Sehari setelah keceriaan wisata ke Guci direnggut tragedi maut, perjuangan para korban selamat masih terus berlanjut di balik dinding rumah sakit. Jerit tangis di lokasi kecelakaan Tol Pemalang kini berganti dengan suasana tegang di ruang perawatan, di mana enam penumpang masih terbaring lemah, dua di antaranya bahkan harus berjuang antara hidup dan mati di ruang ICU.
Pemandangan di RSU Siaga Medika Pemalang pada Minggu (26/10/2025) masih menyisakan duka mendalam. Pihak rumah sakit terus memantau intensif kondisi para korban yang selamat dari insiden bus terguling pada Sabtu pagi kemarin.
Dua Korban Kritis di Ruang ICU
Humas RSU Siaga Medika Pemalang, Indra Setiawan, membenarkan bahwa dari belasan korban yang dievakuasi ke tempatnya, enam orang di antaranya masih memerlukan perawatan hingga hari ini. Dua dari mereka, Oemi Rosidah dan Siti Aisah, harus dirawat di Ruang ICU untuk mendapatkan observasi ketat.
"Observasi Ruang ICU dua orang," katanya singkat melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, empat korban lainnya, yakni Joko Lukito, Siti Maemunah, Yuanita, dan Kardinah, kini dirawat di ruang rawat inap biasa dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis.
Jaminan dari Jasa Raharja
Di tengah kabar duka dan perjuangan para korban, kepastian jaminan datang dari pihak Jasa Raharja. Mereka memastikan seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, akan mendapatkan santunan dan jaminan biaya perawatan sesuai aturan yang berlaku.
Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Tengah, Triadi, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat sejak insiden terjadi. Petugas langsung diterjunkan untuk berkoordinasi dengan kepolisian dan mendata korban di tiga rumah sakit rujukan.
"Seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, telah dijamin oleh Jasa Raharja," katanya dalam keterangan tertulis.
Bagi empat korban yang meninggal dunia, ahli warisnya yang sah akan menerima santunan sebesar Rp 50 juta. Sedangkan untuk korban luka-luka, seluruh biaya perawatannya dijamin hingga nilai maksimal Rp 20 juta.
Doa dan Harapan bagi Korban yang Masih Berjuang
Kini, sementara keluarga korban tewas diselimuti duka mendalam, doa dan harapan terus mengalir bagi para korban yang masih berjuang untuk pulih. Kepastian jaminan dari Jasa Raharja setidaknya menjadi sedikit pelipur lara di tengah duka yang masih membayangi sisa-sisa rombongan wisata nahas tersebut.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Proses evakuasi korban dari lokasi kecelakaan dilakukan dengan cepat dan koordinasi yang baik antara pihak rumah sakit, polisi, dan petugas darurat. Tim medis langsung menangani para korban yang terluka, termasuk yang dalam kondisi kritis. Banyak dari mereka mengalami cedera parah akibat benturan keras saat bus terguling.
Selain itu, pihak rumah sakit juga memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban. Banyak dari mereka masih terpuruk karena kehilangan sanak keluarga dalam kecelakaan yang tak terduga ini.
Peran Jasa Raharja dalam Pemulihan
Jasa Raharja tidak hanya bertanggung jawab atas bantuan finansial, tetapi juga berperan penting dalam memastikan proses pemulihan korban berjalan lancar. Dengan adanya jaminan biaya perawatan, keluarga korban dapat fokus pada pemulihan mental dan fisik anggota keluarga mereka tanpa khawatir tentang biaya pengobatan.
Dalam beberapa hari ke depan, pihak Jasa Raharja akan terus memantau perkembangan kondisi korban dan memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.
Komentar dari Keluarga Korban
Beberapa keluarga korban mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Jasa Raharja. Mereka merasa lega karena pihak terkait telah menjamin biaya perawatan dan santunan untuk keluarga mereka.
Namun, rasa duka tetap menghiasi hati mereka. Banyak dari mereka masih mencari jawaban atas kejadian yang menimpa sanak keluarga mereka. Mereka berharap pihak berwajib dapat segera menemukan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.
Tindakan Lanjutan dari Pihak Berwenang
Pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk menghindari terulangnya kejadian serupa. Beberapa perbaikan infrastruktur jalan tol dan pemeriksaan kendaraan secara berkala akan dilakukan sebagai upaya pencegahan.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan tersebut. Hasil investigasi akan menjadi dasar untuk menentukan apakah ada kesalahan teknis atau kesalahan manusia yang menjadi penyebab kecelakaan.
Komentar
Kirim Komentar