
Peringatan Hari Santri Nasional dan Milad Ke-6 Mahad Baitul Hikmah di MTsN 3 Kota Surabaya
Peringatan Hari Santri Nasional yang dirangkaikan dengan Milad ke-6 Mahad Baitul Hikmah berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat di MTsN 3 Kota Surabaya. Acara ini mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia dan dihadiri oleh seluruh santri Mahad Baitul Hikmah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta pengurus komite madrasah.
Acara dimulai dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan penyanyian lagu Indonesia Raya dan Mars Hari Santri. Hal ini menjadi simbol perpaduan semangat kebangsaan dan keislaman yang tersemat dalam diri para santri.
Kepala MTsN 3 Kota Surabaya, Dra. Asmiati, M.Pd., menyampaikan sambutan pertama. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya para santri menjadi teladan bagi umat. Santri harus bisa memberikan manfaat bagi sesama. Seorang santri harus kuat fisik, kuat mental, dan kuat iman sehingga generasi emas benar-benar tercipta. Semoga kalian mampu membanggakan kedua orang tua dengan prestasi dan akhlakul karimah, ujarnya.
Selanjutnya, Ketua Mahad Baitul Hikmah, Abah Abdul Kholiq, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan. Beliau menegaskan bahwa santri harus memiliki jiwa tholabul ilmi yang tinggi, namun tetap rendah hati. Pesan tersebut disambut hangat oleh para santri.
Sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan enam tahun Mahad Baitul Hikmah, dilakukan pemotongan tumpeng yang diiringi doa bersama. Prosesi ini menjadi simbol kebersamaan dan apresiasi terhadap perjalanan panjang lembaga pendidikan ini.
Memasuki acara inti, peserta menyimak Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Usman Yunus. Dengan gaya tutur yang khas dan sarat makna, beliau mengingatkan tentang peran besar santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Indonesia tidak akan merdeka tanpa peran santri. Para ulama dan santri telah ikut menggerakkan bangsa ini sejak berabad-abad lalu, tuturnya penuh semangat.
Dalam nasihatnya, KH. Usman menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Kalau ingin dunia, raihlah dengan ilmu. Kalau ingin akhirat, raihlah dengan ilmu. Dan kalau ingin keduanya, tetaplah menuntut ilmu, pesan beliau yang disambut anggukan khidmat para santri.
Menariknya, di tengah ceramahnya KH. Usman menguji hafalan beberapa santri, di antaranya Ghani (kelas 7C) dan Maulida (kelas 8J). Keduanya mampu menjawab dengan lancar dan mendapat apresiasi langsung dari beliau.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Usman, diakhiri pembacaan hamdalah dan kafaratul majlis oleh pembawa acara. Seluruh santri kemudian berfoto bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas suksesnya kegiatan.
Kegiatan berjalan lancar, penuh kehangatan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Semangat Hari Santri 2025 menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya penjaga tradisi keilmuan, tetapi juga pengawal peradaban bangsa.
Komentar
Kirim Komentar