Saham Dibekukan BEI, VKTR Bantah Tutup Informasi Penting

Saham Dibekukan BEI, VKTR Bantah Tutup Informasi Penting

Advertisement

Penjelasan VKTR Terkait Pembekuan Perdagangan Saham

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait pembekuan sementara perdagangan saham yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan menyatakan bahwa mereka sedang mengamati adanya pergerakan harga saham yang tidak biasa atau unusual market activity (UMA).

Direktur VKTR, Achmad Amri Aswono Putro, menjelaskan bahwa saat ini manajemen perusahaan sedang memantau situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada informasi material yang ditunda atau disembunyikan.

"Yang dapat kami pastikan adalah tidak ada informasi material yang kami tunda. Seluruh informasi telah kami laporkan sesuai ketentuan OJK," ujar Amri dalam acara Public Expose secara daring pada Jumat (3/10/2025).

Amri menekankan bahwa perusahaan selalu berkomitmen untuk segera menyampaikan setiap informasi yang relevan kepada otoritas pasar modal. Penegasan ini didasarkan pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 serta Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi yang tercantum dalam butir III.2.1 dan IV.2.1 Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00015/BEI/01-2021.

Kinerja Keuangan VKTR

Hingga semester I-2025, VKTR mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 60 persen menjadi Rp 8 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 20 miliar. Meskipun demikian, penjualan perseroan masih tercatat tumbuh 1,2 persen menjadi Rp 414 miliar di semester I-2025 dari Rp 409 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan ini didorong oleh segmen manufaktur suku cadang seiring meningkatnya permintaan dari pelanggan utama kendaraan komersial. Di sisi lain, perseroan mencatat total aset meningkat menjadi Rp 1,79 triliun dari sebelumnya di angka Rp 1,6 triliun. Peningkatan ini terjadi seiring dengan penyelesaian pembangunan pabrik di Magelang, Jawa Tengah pada awal tahun, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi kendaraan listrik.

Selain itu, kenaikan uang muka juga terjadi seiring masuknya pesanan dalam jumlah besar dari pelanggan utama. Perseroan juga mencatat kontribusi keberlanjutan dari armada bus listrik yang telah beroperasi.

Kontribusi Armada Bus Listrik

Hingga Juni 2025, sebanyak 85 unit bus listrik telah menempuh jarak kumulatif lebih dari 10,9 juta kilometer selama 39 bulan operasional. Penggunaan armada ini berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekitar 10.433 ton CO2, setara dengan penanaman 47 ribu pohon, serta efisiensi bahan bakar hingga 3,2 juta liter atau setara dengan 75 persen.

Dengan peningkatan kapasitas produksi dan peningkatan permintaan, VKTR tetap optimis terhadap pertumbuhan bisnisnya. Perusahaan akan terus berupaya memenuhi harapan pemangku kepentingan dan menjaga transparansi dalam penyampaian informasi.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar