
jatim.aiotrade.app, SURABAYA - Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kembali menjadi perhatian para pelaku pasar modal. Isu yang beredar menyebutkan bahwa perusahaan manajemen aset ternama dunia, Vanguard Group, mulai memperhatikan saham emiten properti ini.
Kabar ini semakin memperkuat pandangan sejumlah analis bahwa DADA layak dipegang (hold) untuk jangka panjang. Target harga yang disebutkan mencapai Rp230.000 per lembar saham dengan kapitalisasi pasar sebesar USD100 miliar.
Beberapa rumor menyebutkan bahwa pengendali saham DADA telah sepakat untuk menurunkan porsi kepemilikan saham agar free float meningkat. Skema ini sangat diminati oleh investor global, terutama Vanguard, karena akan membuat transaksi lebih ramai dan likuiditas tinggi.
Menurut analis pasar modal Rendy Yefta, momentum ini bisa menjadi kesempatan bagi investor jangka panjang untuk mendapatkan 'multi bagger stock' atau saham yang berpotensi naik berkali-kali lipat.
“Para investor tetap harus memperhatikan manajemen uang (money management) dan profil risiko masing-masing,” ujar Rendy dalam keterangan tertulis, Jumat (3/10).
Dia menyarankan kepada pemegang saham DADA agar tidak terpengaruh oleh gejolak atau pergerakan harian saham. Bagi yang belum memiliki saham DADA, saat ini menjadi momen yang tepat untuk memulai investasi, sebelum saham ini benar-benar menjadi incaran global.
“Target harga DADA menuju Rp230 ribu bukan hal mustahil, tetapi butuh keyakinan, kesabaran, dan keteguhan hati,” tambahnya.
DADA Jadi Primadona Asing
Dalam dua bulan terakhir, saham DADA mengalami peningkatan signifikan. Harga saham naik dari bawah Rp50 hingga menyentuh Rp150 per lembar pada penutupan 2 Oktober 2025.
Selain dua investor asal Jepang yang sudah lebih dulu masuk, kini nama besar Vanguard Group disebut-sebut siap menambah daftar pemegang saham asing.
Jika benar terealisasi, valuasi USD100 miliar diyakini bukan mimpi. Apalagi, DADA akan membagikan dividen pada 10 Oktober 2025, bersamaan dengan berakhirnya status pemantauan khusus (full call auction).
Kenapa Vanguard Tertarik?
Bila melihat pola investasi Vanguard di perusahaan global seperti Apple, Microsoft, Meta, hingga Mitsubishi, terdapat pola yang sama, yaitu free float publik besar, porsi pengendali kecil, dan transaksi harian super likuid.
Dengan karakteristik itu, Vanguard leluasa keluar masuk tanpa mengganggu harga saham.
Momentum Emas Properti RI
Ada tiga faktor utama yang membuat DADA dilirik. Pertama, akses aset premium di CBD Jakarta (Sudirman–Thamrin–Segitiga Emas) yang masih undervalue dibandingkan Tokyo atau Osaka.
Kedua, dukungan pemerintah lewat insentif pajak dan stimulus triliunan rupiah ke sektor riil.
Ketiga, potensi lonjakan valuasi jika rumor akuisisi benar-benar terjadi, sehingga harga bisa menembus Rp230.000 per saham.
Meski prospeknya menjanjikan, jalan menuju target harga fantastis itu dipastikan tidak mulus. Menurut Rendy, suspensi dan koreksi bisa terjadi, diikuti aksi korporasi seperti rights issue, akuisisi, hingga konsolidasi aset.
“Bagi investor yang bersabar, hal ini menjadi peluang emas untuk meraih keuntungan luar biasa,” pungkas Rendy.
Komentar
Kirim Komentar