
Renungan Harian Katolik
Sabtu, 25 Oktober 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
BERTOBAT UNTUK BERUBAH DAN BERBUAH DALAM KASIH
Dalam bacaan kitab suci hari ini (Rm 8:1-11; Mzm 24:1-6; Luk 13:1-9), kita diingatkan bahwa pertobatan adalah langkah penting dalam perjalanan iman. Firman Tuhan menyampaikan pesan yang jelas: "Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua akan binasa dengan cara demikian." (Luk 13:5b).
Harapan seorang beriman untuk hidup yang lebih baik adalah melalui kebiasaan bertobat. Hidup yang penuh kesulitan, penderitaan, atau musibah bukanlah akar dari keburukan hidup itu sendiri. Yang perlu diperhatikan adalah dosa yang membawa kehinaan sebelum seseorang bertobat.
Dalam Kitab Suci, ada beberapa contoh para korban musibah yang memberi pelajaran penting. Contohnya adalah orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus, delapan belas orang yang mati tertimpa menara, dan pohon ara yang tidak berbuah. Semua ini menjadi pengingat bahwa perubahan hidup harus dilakukan melalui pertobatan agar dapat berbuah kebaikan.
Tuhan selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan berbuah kasih dalam hidupnya. Allah bersabar sampai kapan pun, asalkan manusia sadar untuk mengubah dirinya. Rahmat besar dari pertobatan adalah keselamatan. Orang yang tidak mau bertobat akan binasa.
Kesempatan emas yang Tuhan siapkan untuk berubah dan menjadi lebih baik melalui pertobatan jangan kita sia-siakan. Dalam diri manusia terdapat dua kekuatan utama yang memengaruhi kehidupannya: kekuatan daging dan kekuatan Roh. Kedua kekuatan ini memiliki buah yang berbeda. Orang yang mengandalkan kekuatan daging hanya memikirkan keinginan daging, sedangkan orang yang hidup dalam kekuatan Roh memikirkan keinginan Roh.
Santo Paulus menjelaskan hal ini dengan jelas: "Keinginan daging ialah maut, tetapi keinginan Roh ialah hidup dan damai sejahtera." (Rm 8:6). Kekuatan daging hanya bisa dijinakkan melalui doa dan pertobatan. Orang yang hidup dalam Roh akan berkenan di hati Allah, sedangkan yang hidup dalam daging tidak.
Pemazmur juga mengajarkan bahwa ketidakjujuran adalah penghalang utama untuk mendekati tempat kudus Tuhan. Ia berkata, "Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan." (Mzm 24:3-4).
Orang yang tipu daya untuk memenuhi keinginan dagingnya pada akhirnya akan binasa jika tidak bertobat sebelum kematiannya. Setiap orang pasti memiliki kekurangan, kesalahan, dan dosa dalam hidupnya. Tuhan tahu kelemahan manusiawi kita. Ia selalu memberi kesempatan kepada setiap pribadi untuk menyadari betapa pentingnya pertobatan dan bagaimana Tuhan memberi kesempatan untuk berubah dan berbuah serta menjadi lebih baik.
Untuk mencapai hal terindah dalam hidup, kita butuh bimbingan Roh Kudus dalam membangun diri sesuai kehendak Allah. Kita harus memusatkan hati pada kemauan Tuhan. Doa adalah kegiatan paling penting bagi seorang beriman. Orang yang berdoa giat dan tekun akan menghasilkan iman, cinta, pelayanan, dan kedamaian dalam hidupnya.
Mari dalam bimbingan Tuhan sendiri, semoga kita bertobat, berubah, dan berbuah dalam kasih. Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.
Komentar
Kirim Komentar