Proyek Jalan Tol Bogor Serpong Senilai Rp12,3 T, Selesaikan 2028

Proyek Jalan Tol Bogor Serpong Senilai Rp12,3 T, Selesaikan 2028

Advertisement

Proyek Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung Diresmikan

Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung. Proyek senilai Rp12,351 triliun ini resmi dikerjakan oleh konsorsium pemenang lelang yang membentuk badan usaha jalan tol PT Bogor Serpong Infra Selaras.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa tol ini akan memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus menarik arus investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI). Hal tersebut disampaikan dalam acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol, Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung di Jakarta, Jumat (3/10).

“Ruas Bogor–Serpong via Parung adalah simpul strategis yang menghubungkan pusat pertumbuhan di Jabodetabek. Kehadirannya memperkuat FDI, menghadirkan teknologi baru, serta menumbuhkan pusat ekonomi baru,” ujar Dody.

Jalan tol sepanjang 32,03 kilometer ini terbagi atas 27,83 km di Jawa Barat dan 4,2 km di Banten. Pembangunannya akan dibagi menjadi empat seksi, yaitu:

  • Seksi 1: Junction Salabenda – Simpang Susun Pondok Udik (3,97 km)
  • Seksi 2: Simpang Susun Pondok Udik – Simpang Susun Putat Nutug (9,27 km)
  • Seksi 3: Simpang Susun Putat Nutug – Simpang Susun Rumpin (8,23 km)
  • Seksi 4: Simpang Susun Rumpin – Junction Serpong (10,56 km)

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJT Wilan Oktavian menjelaskan bahwa proyek ini merupakan prakarsa badan usaha (unsolicited project) yang sejak 2022 melewati proses evaluasi teknis, finansial, dan legal hingga penetapan pemenang pada Juli 2024.

“Skema pendanaan murni kerja sama pemerintah-badan usaha tanpa menggunakan APBN. Konsesi diberikan selama 40 tahun, dengan perkiraan tingkat pengembalian investasi (FIRR) mencapai 12,16 persen,” jelas Wilan.

Tol Bogor–Serpong via Parung merupakan bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road 3 (JORR 3). Nantinya jalur ini akan terhubung dengan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja), Bogor Outer Ring Road (BORR), Depok–Antasari (Desari), serta Sentul Selatan–Karawang Barat.

Berdasarkan jadwal, pengadaan lahan dimulai pada 2026. Konstruksi direncanakan mulai Oktober 2026 dan selesai pada Agustus 2028.

Manfaat dan Strategi Pembangunan

Proyek ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah Jabodetabek. Dengan adanya jalan tol ini, perjalanan antara Bogor dan Serpong akan lebih efisien, sehingga dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar jalur tol. Adanya akses yang lebih baik akan menarik investor untuk berinvestasi di area tersebut, termasuk pengembangan kawasan industri dan permukiman.

Dalam rangka memastikan keberhasilan proyek, pemerintah dan pelaku usaha telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari evaluasi teknis hingga perencanaan pendanaan yang tidak bergantung pada anggaran negara. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.

Tantangan dan Persiapan

Meskipun proyek ini menawarkan banyak manfaat, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah pengadaan lahan yang akan dimulai pada 2026. Proses ini membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemilik lahan untuk memastikan kelancaran pembangunan.

Selain itu, konstruksi yang direncanakan mulai Oktober 2026 juga memerlukan persiapan matang. Diperlukan tenaga ahli, bahan baku, dan alat berat yang cukup agar proyek dapat selesai sesuai jadwal. Dengan begitu, masyarakat dapat segera menikmati manfaat dari jalan tol ini.

Proyek Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung merupakan salah satu langkah penting dalam membangun infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang baik, proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar