
Profil Penyanyi Lauv: Dari Awal Karier Hingga Kehidupan Pribadi
Lauv, seorang penyanyi dan produser musik asal Amerika Serikat, telah menjadi sorotan publik dalam beberapa tahun terakhir. Nama panggungnya, Lauv, berasal dari nama asli Ari Staprans Leff. Ia dikenal dengan suara yang khas dan lagu-lagu yang penuh makna. Selain itu, penampilannya yang unik juga membuatnya semakin menarik perhatian penggemarnya.
Lauv lahir pada 8 Agustus 1994 di San Francisco, California. Ia memiliki latar belakang keluarga yang beragam, dengan ibunya berasal dari Latvia dan ayahnya memiliki keturunan Yahudi, Rusia, dan Polandia. Nama depannya, Ari, dalam bahasa Ibrani berarti "singa," sementara nama panggungnya, Lauv, berasal dari kata dalam bahasa Latvia yang memiliki makna serupa. Hal ini mencerminkan akar budaya yang kuat dalam dirinya.
Masa kecil Lauv dihabiskan di pinggiran Atlanta, Georgia, sebelum keluarganya pindah ke Philadelphia, Pennsylvania. Di sana, ia mengenyam pendidikan di Radnor High School. Sejak kecil, ia menunjukkan ketertarikan besar pada musik. Ia mulai belajar piano dan biola sebelum usianya mencapai sepuluh tahun, kemudian mulai menguasai gitar.
Pendidikan akademisnya dilanjutkan di New York University dengan fokus pada teknologi musik. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman belajar di luar negeri di Praha, yang turut membentuk wawasan musikalnya. Karier profesionalnya mulai menanjak pada 2014 ketika ia mengadopsi nama panggungnya.
Lagu debutnya, The Other, yang ditulis bersama Michael Matosic, mendapat respons positif dan masuk ke dalam Top 100 Spotify. Ini menandai awal karier musiknya yang menjanjikan. Setelah lulus, Lauv sempat bergabung dengan sebuah perusahaan penerbitan musik di Amerika.
Pada September 2015, Lauv merilis EP pertamanya yang berjudul Lost in the Light, yang berisi lima lagu. Setahun kemudian, ia meluncurkan single Question, yang videonya menampilkan Travis Mills. Puncaknya, pada 2018, Lauv merilis album debutnya I Met You When I Was 18, yang ia gambarkan sebagai playlist pribadinya berisi lagu-lagu yang telah ia rilis sebelumnya.
Kesuksesan album ini membuka jalan bagi tur dunia yang diadakan bersama Jeremy Tucker. Pada September 2018, Lauv meluncurkan single berkolaborasi dengan Julia Michaels, Theres No Way, yang videonya menarik lebih dari 2,5 juta penonton dalam minggu pertama. Prestasi ini juga membawanya masuk ke dalam daftar Artis Pendatang Baru Billboard pada Juni 2018.
Karier kolaborasi Lauv juga makin bersinar dengan duet bersama penyanyi Australia Troye Sivan di lagu Im So Tired pada Januari 2019. Tak lama setelah itu, Lauv juga berpartisipasi dalam remix lagu Make It Right bersama BTS, boyband ternama asal Korea Selatan, menambah cakupan internasionalnya.
Secara pribadi, Lauv dikenal sebagai sosok yang sangat terobsesi dengan musik sejak usia muda, dengan obsesi yang semakin mendalam pada usia 13 tahun. Selain itu, ia juga dikenal romantis, dengan banyak lagu yang mengangkat tema cinta dan perasaan. Film seperti La La Land juga menjadi favoritnya. Lauv mengidolakan Chris Martin dari Coldplay, yang menurutnya merupakan penulis lagu patah hati terbaik.
Namun, di balik kesuksesan, Lauv juga terbuka tentang perjuangannya melawan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Kondisi mental ini ia tuangkan dalam lagu Sad Forever, sebagai bentuk penyampaian pengalaman dan perjuangannya melawan gangguan tersebut.
Dengan bakat dan dedikasi yang luar biasa, Lauv terus berkembang sebagai seniman yang mampu menyentuh hati para pendengarnya. Dari awal karier hingga kini, ia terus menunjukkan bahwa musik adalah passion-nya yang tak bisa dipisahkan dari hidupnya.
Komentar
Kirim Komentar