
Penghentian Produksi Tiga Model Porsche, Termasuk Macan
Porsche, salah satu merek mobil mewah ternama, telah mengumumkan rencana penghentian produksi tiga modelnya. Salah satu model yang akan dihentikan adalah Macan, model terlaris mereka yang menggunakan mesin pembakaran internal (ICE). Meskipun demikian, penjualan Macan masih mencatat angka yang cukup tinggi, dengan total pengiriman sebesar 64.783 unit dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Jochen Brekner, anggota dewan untuk keuangan dan teknologi informasi, menjelaskan bahwa model Macan dengan mesin bensin akan tetap dijual hingga tahun 2026 dan kemungkinan hingga 2027 di beberapa pasar, tergantung pada pengaturan inventaris akhir. Ia menambahkan bahwa tanggal pasti akhir produksi belum ditentukan, tetapi secara umum diperkirakan akan terjadi sekitar pertengahan tahun 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi merek Porsche. Dalam laporan sebelumnya, disebutkan bahwa versi baru Macan akan didasarkan pada platform Audi Q5. Porsche juga telah melakukan uji coba prototipe awal tahun ini. Menariknya, Porsche sedang memperlambat upaya elektrifikasi dan justru akan meluncurkan lebih banyak model bensin serta plug-in hybrid di masa depan.
Breckner menyatakan, "Mulai tahun 2028 dan seterusnya, sistem penggerak yang lebih seimbang akan semakin meningkatkan posisi pasar kami dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang perusahaan." Strategi ini akan diterapkan melalui model 718 bertenaga bensin dan Macan generasi berikutnya. Selain itu, SUV flagship baru Porsche tidak lagi tersedia dalam versi penggerak listrik, melainkan hanya dalam versi bensin dan plug-in hybrid.
Model 718 Boxster dan Cayman yang ada saat ini sudah mendekati akhir produksi. Breckner menyatakan: "Kami sedang membuat beberapa mobil terakhir." Namun, Porsche akan tetap menyimpan stok hingga generasi berikutnya dari mobil sport tersebut diluncurkan.
Kinerja Keuangan yang Tidak Memuaskan
Meskipun pengiriman di pasar AS mencapai rekor tertinggi, keuntungan operasional Porsche mengalami penurunan tajam. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, laba operasional Porsche turun dari 4 miliar euro pada periode yang sama tahun 2024 menjadi hanya 40 juta euro, atau penurunan tahun-ke-tahun sebesar 99%.
Perusahaan menjelaskan bahwa penurunan tajam ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penyesuaian strategi produk, kondisi yang tidak menguntungkan di pasar Tiongkok, dan biaya satu kali terkait baterai. Selain itu, tarif bea masuk juga menjadi faktor utama, dengan perkiraan biaya tarif mencapai 700 juta euro tahun ini.
Untuk mengatasi dampak tarif, Porsche berencana memperkuat strategi penetapan harganya pada tahun 2025 dan 2026. Perusahaan juga telah menaikkan harga untuk memastikan margin keuntungan yang wajar.
Arus Kas yang Masih Kuat
Meskipun data keuangan tidak memuaskan, Porsche mencatat bahwa arus kas bersih dari otomotif mereka meningkat dari 1,24 miliar euro menjadi 1,34 miliar euro. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap berkinerja kuat di lingkungan yang sulit dan membuktikan ketahanan operasi bisnisnya.
Komentar
Kirim Komentar