Polinema Kembangkan Inovasi IPAL, Limbah Batik Diolah Jadi Air Cucian

Polinema Kembangkan Inovasi IPAL, Limbah Batik Diolah Jadi Air Cucian

Advertisement

Polinema Berkontribusi dalam Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan untuk UMKM Batik

Politeknik Negeri Malang (Polinema) menunjukkan komitmennya dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), tim dosen Polinema melakukan pendampingan terhadap UMKM Batik Ulur Wiji Muda Berdaya di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dalam penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ramah lingkungan.

Program yang diketuai oleh Dr Eng Haris Puspito Buwono ini berfokus pada penerapan sistem IPAL yang sesuai dengan kebutuhan industri batik. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif, melibatkan mitra dalam setiap tahapan mulai dari identifikasi masalah, perancangan desain IPAL, instalasi, hingga evaluasi hasil pengolahan. Hasil implementasi menunjukkan perubahan signifikan pada kualitas air limbah, dari kondisi awal yang pekat dan berbau menjadi lebih jernih dan netral.

Air hasil olahan IPAL kini telah dimanfaatkan kembali sebagai air cucian pada proses produksi batik, menggantikan sebagian kebutuhan air bersih. Inovasi ini tidak hanya mengurangi beban pencemaran lingkungan, tetapi juga menekan penggunaan sumber daya air baru sehingga mendukung prinsip reducereuserecycle (3R) dalam industri kreatif berbasis keberlanjutan.

Perubahan Nyata dalam Keberlanjutan Usaha

Menurut Nasta Rofika, pemilik UMKM Batik Ulur Wiji, pendampingan dari tim Polinema ini membawa perubahan nyata dalam keberlanjutan usaha. Sebelumnya kami kesulitan mengelola limbah cair batik secara mandiri. Setelah adanya IPAL ini, air limbah yang sudah diolah bisa digunakan kembali untuk mencuci kain batik, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan, ujarnya.

Selain penerapan teknologi, tim Polinema juga memberikan pelatihan mengenai prinsip pengelolaan limbah cair berkelanjutan dan ekonomi sirkular kepada pelaku usaha. Pendekatan ini mendorong perubahan perilaku dan kesadaran lingkungan di kalangan pembatik, sekaligus memperkuat daya saing produk ramah lingkungan.

Implementasi Hasil Penelitian Terapan

Haris menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi hasil riset terapan di lingkungan Polinema. Program PPM ini menjadi sarana hilirisasi hasil penelitian kami dalam bidang teknologi pengolahan air limbah agar langsung dimanfaatkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan teknologi dan biaya terjangkau, UMKM dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi produksi, jelasnya.

Program ini mendapat dukungan pendanaan dari DIPA Politeknik Negeri Malang melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Skema Kemitraan tahun 2025, yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polinema. Skema ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dalam penerapan teknologi tepat guna berbasis kebutuhan lapangan.

Kontribusi Polinema dalam Industri Batik yang Berkelanjutan

Keberhasilan kegiatan ini menegaskan posisi Polinema sebagai institusi pendidikan vokasi yang aktif berperan dalam mewujudkan industri batik yang ramah lingkungan, efisien air, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan pelaku usaha, model IPAL sederhana ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia sebagai solusi pengelolaan limbah cair UMKM berbasis ekonomi sirkular.

Manfaat dan Potensi Masa Depan

Dengan penerapan IPAL yang ramah lingkungan, UMKM batik dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, inovasi ini juga memberikan contoh nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif terhadap masyarakat.

Program ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Dengan terus mengembangkan inovasi seperti ini, Polinema tidak hanya berkontribusi pada dunia pendidikan, tetapi juga pada kemajuan ekonomi dan lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar