Pesan PBB di Hari Ulang Tahun ke-80: Pemuda Jadi Kunci Perdamaian

Pesan PBB di Hari Ulang Tahun ke-80: Pemuda Jadi Kunci Perdamaian


PBB bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengadakan talkshow bersama lima pembicara untuk merayakan Hari PBB ke-80 di Universitas Atma Jaya pada Jumat, 24 Oktober 2025. Acara ini menampilkan lima tokoh dari berbagai bidang yang membahas tema perdamaian dan peran generasi muda dalam menciptakan perubahan.

Advertisement

Acara ini dihadiri oleh Mayjen TNI Taufik Budi Santoso, Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI; Caka Alverdi Awal, Direktur Perdamaian dan Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri; Maki Katsuno-Hayashikawa, Direktur Kantor Regional UNESCO di Indonesia; Siradj Okta, Akademisi Universitas Atma Jaya; dan Inayah Wahid, aktivis sekaligus putri bungsu Presiden Gus Dur.

Kelima pembicara menyampaikan pandangan mereka tentang pentingnya kontribusi generasi muda dalam menciptakan perdamaian, dengan perspektif yang berbeda-beda. Mulai dari sudut pandang militer, pemerintahan, lembaga internasional, akademisi, hingga aktivisme.

Siradj Okta menjelaskan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari tindakan generasi muda. Perubahan besar selalu dimulai dari anak muda, mulai dari revolusi Prancis hingga kemerdekaan Indonesia, semuanya berasal dari generasi muda, ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Caka Alverdi Awal menyoroti pentingnya partisipasi generasi muda dalam sistem. Ia menyebutkan bahwa dalam menjaga perdamaian terdapat tiga elemen utama, yaitu Tentara, Polisi, dan Sipil. Meskipun Tentara dan Polri sudah banyak mengirimkan prajuritnya ke PBB, sampai saat ini belum ada masyarakat sipil Indonesia yang menjadi staf di PBB.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda bisa berkontribusi melalui jalur lain, seperti badan-badan militer. Banyak di antara Kontingen Garuda yang dikirimkan adalah generasi muda, prajurit-prajurit Bintara atau Tamtama yang dikirimkan itu pemuda, kata Caka.

Peran generasi muda juga didorong melalui program-program PBB yang diselenggarakan di Indonesia, khususnya melalui UNESCO. Direktur Kantor Regional UNESCO menyoroti berbagai program yang diluncurkan PBB untuk mendukung generasi muda. Di antaranya adalah program riset yang diteruskan ke pemerintah dalam bidang saintek maupun sosial, serta program kepemimpinan generasi muda.

Inayah Wahid menegaskan bahwa generasi muda memiliki kekuatan besar untuk menciptakan perdamaian dan perubahan. Anak muda sangat punya kekuatan untuk membuat perdamaian dan perubahan. Ketika mau melakukan itu, kita lakukan dari hal kecil, bukan besar. Perubahan datang dari konsistensi, ujarnya.

Selain itu, dia juga menyarankan generasi muda untuk berkontribusi melalui media sosial. Generasi muda bisa berkontribusi juga melalui cara kalian menggunakan sosial media. Dengan memikirkan apa yang diunggah, dengan tidak memposting konten-konten yang merupakan ujaran kebencian dan konten-konten yang lebih positif. Bahkan me-repost berita saja sudah bermanfaat, tutur Inayah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar