
Perusahaan Bulu Mata Palsu di Purbalingga Tutup Operasional
Purbalingga Sebuah perusahaan yang dulu menjadi ikon industri bulu mata palsu di Purbalingga, PT Tiga Putra Abadi Perkasa, kini resmi menutup seluruh operasionalnya. Perusahaan ini sebelumnya sempat menjadi tempat bekerja bagi ratusan hingga ribuan pekerja. Namun, pada 3 Oktober 2025 lalu, perusahaan tersebut mengumumkan penutupannya.
Bangunan pabrik yang dulu ramai dengan aktivitas para pekerja kini terlihat lengang. Suara kesibukan dan canda tawa yang biasa terdengar setiap hari kini telah hilang. Seluruh karyawan dilaporkan telah dirumahkan, yang menandai akhir dari perjalanan panjang perusahaan yang pernah menjadi kebanggaan di bidang industri bulu mata palsu di Purbalingga.
Kepala Bidang Hubungan Industrial, Yesu Dewayana, membenarkan penutupan tersebut. Menurutnya, sepinya jumlah pesanan yang terus menerus terjadi sejak masa pandemi membuat perusahaan tersebut terpaksa harus menutup operasionalnya. Ia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut sudah melakukan efisiensi dan akhirnya memutuskan untuk tutup karena ordernya tidak mampu bersaing.
"Betul, sudah deal memang terkait efisiensi perusahaan. Perusahaan itu memang sudah tutup karena ordernya sudah kalah bersaing," katanya.
Yesu menyebutkan bahwa sebanyak 135 karyawan terdampak akibat penutupan perusahaan ini. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa seluruh karyawan telah mendapatkan hak-haknya dengan baik. Proses negosiasi antara perusahaan dan karyawan berjalan lancar.
"Alhamdulilah, perjanjian bersama antara perusahaan dan karyawan berjalan baik. Kompensasi siap diberikan. Besarannya pun dikalikan masa kerja, alhamdulilah kemarin saya nilai juga lumayan besar nilainya dan sudah sesuai aturan di tenaga kerja," jelasnya.
Terkait pembayaran kompensasi, menurut Yesu, akan dibayarkan selama dua tahap. Tahap pertama akan mulai dicairkan pada 25 Oktober 2025, sementara tahap kedua akan dicairkan dalam satu bulan berikutnya.
"Besok, 50 persen sudah bisa masuk. Yang kedua, nanti di satu bulan berikutnya," ujarnya.
Yesu menambahkan bahwa perusahaan tersebut resmi mengakhiri operasionalnya di usia 30 tahun setelah berdiri pada tahun 1994. Pada masa kejayaannya, perusahaan ini sempat menjadi pelopor dan jumlah karyawan bisa mencapai angka 2.000 orang.
Selain karena sepinya jumlah pesanan, Yesu menyebut saat ini perusahaan bulu mata palsu ataupun rambut palsu di Purbalingga menghadapi tantangan baru. "Sekarang sudah zamannya pakai mesin. Jadi perusahaan perlu melakukan penyesuaian, seperti misalnya di Royal, itu kemarin sudah mulai beralih ke mesin untuk mendukung jumlah order," katanya.
Meskipun demikian, tidak semua hasil mesin bisa sebaik buatan tangan manusia. Ia menilai hasil buatan manusia juga masih cukup diminati, sehingga perlu adanya penyesuaian bagi perusahaan.
"Kalau mesin itu pasti hasilnya beda, karena dia sudah di setting sedemikian rupa. Sedangkan kalau buatan tangan itu bisa di costum, dan biasanya lebih mendekati ke bentuk yang asli. Ini yang jadi khasya di Purbalingga," ujarnya.
Dengan ditutupnya perusahaan tersebut, maka angka PHK di Purbalingga per Oktober 2025 ini bertambah menjadi 384 orang. "Sebetulnya hampir 400 ya, tapi alhamdulilah jumlah ini masih lebih kecil dibanding tahun kemarin yang bisa berkali-kali lipat," pungkasnya.
Sementara itu, salah satu staf di perusahaan tersebut, Yanto, membenarkan adanya informasi penutupan ini. Ia mengatakan, saat ini seluruh karyawan sudah berhenti bekerja.
"Dahulu sempat mencoba bertahan, sempat ada pengurangan karyawan juga, tapi tetap tidak bisa bertahan. Akhirnya terpaksa harus tutup," katanya.
Ia mengatakan, ke depan perusahaan tersebut berencana untuk menggunakan sistem yang baru. Namun pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan dan akan seperti apa.
"Semoga nanti segera, cuma memang saat ini kami belum tau pasti," pungkasnya.
Komentar
Kirim Komentar