
Persija Jakarta Mengamankan Kemenangan Tipis atas Madura United FC
Di tengah atmosfer yang sangat panas di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Jumat malam, Persija Jakarta tampil dengan disiplin dan strategi yang matang. Dengan kemenangan 1-0 atas Madura United FC, tim berjuluk Macan Kemayoran ini berhasil membawa pulang tiga poin penting dari laga tandang yang berjalan sangat ketat dan penuh intensitas.
Gol tunggal yang tercipta pada menit ke-37 berasal dari sundulan tajam Maxwell Souza. Gol ini lahir setelah umpan silang akurat Allano Brendon dari sisi kanan lapangan. Maxwell kemudian melompat lebih tinggi dari dua pemain belakang Madura United dan menanduk bola melewati jangkauan kiper Miswar Saputra. Gol tersebut menjadi penentu dalam pertandingan yang lebih banyak menghadirkan duel di lini tengah dan strategi yang saling memperebutkan kontrol permainan.
Madura United yang dikenal agresif di kandang sendiri mencoba bangkit. Serangan cepat dari sayap kanan melalui Ahmad Nufiandani dan kombinasi Paulo Sitanggang sering kali merepotkan lini pertahanan Persija. Namun, koordinasi solid antara Rizky Ridho dan Jordi Amat membuat peluang Laskar Sape Kerrap selalu kandas di sepertiga akhir lapangan.
Di sisi lain, Persija tampil efisien. Meskipun tidak mendominasi bola, mereka mampu menguasai ritme permainan. Setiap kali Madura mencoba menekan, anak asuh Mauricio Souza merespons dengan pressing cepat dan umpan vertikal tajam. Pendekatan ini membuat Madura frustrasi dan kesulitan dalam membangun serangan bersih.
Memasuki babak kedua, pelatih Alfredo Vera melakukan empat pergantian pemain, termasuk memasukkan Lulinha dan Taufany Muslihuddin. Pergantian ini memberi tenaga baru di lini tengah dan menambah variasi serangan Madura United. Beberapa kali tembakan jarak jauh dilepaskan, namun refleks gemilang kiper Andritany Ardhiyasa menggagalkan semua upaya.
Ketika tuan rumah mulai menemukan momentum, pelatih Mauricio Souza justru menarik dua penyerangnya Gustavo dan Gugu untuk diganti pemain bertahan Alan Cardoso dan Thales. Strategi bertahan total ini menandakan tekad Persija menjaga keunggulan tipis mereka, dan terbukti efektif hingga peluit panjang berbunyi.
Usai laga, pelatih Madura Alfredo Vera mengakui efektivitas permainan Persija. Kami memiliki peluang, tetapi kurang tenang di depan gawang. Persija tampil lebih disiplin dan memanfaatkan peluang dengan baik, katanya dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Kemenangan ini membuat Persija naik ke posisi kedua klasemen sementara BRI Super League 20252026 dengan 17 poin dari sembilan laga. Sementara Madura United yang sempat tampil menjanjikan di awal musim, kini harus puas di peringkat ke-13 dengan sembilan poin refleksi dari inkonsistensi performa mereka di paruh awal liga.
Sorak-sorai suporter Persija yang datang dari Jakarta menggema di tribun SGMRP. Di tengah kekecewaan pendukung tuan rumah, mereka menyalakan flare oranye kecil, menyanyikan lagu kebanggaan Jakmania sebagai perayaan kemenangan tandang yang berharga.
Dengan kemenangan ini, Persija kembali menegaskan identitasnya sebagai tim besar dengan mental juara. Bagi Madura United, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius. Musim masih panjang, tetapi setiap laga kini terasa seperti ujian hidup dan mati terutama di kompetisi yang semakin ketat seperti BRI Super League.
Komentar
Kirim Komentar