
Pengalaman dan Dedikasi Seorang Kepala Disdukcapil
Dra Hj Wini, MSi, telah menghabiskan hampir lima belas tahun dalam pelayanan administrasi kependudukan. Pengalaman ini memberinya wawasan mendalam tentang berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat mengurus dokumen penting seperti kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK). Dari awalnya menjadi kepala seksi, lalu kepala bidang, hingga kini menjabat sebagai kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tasikmalaya selama lima tahun terakhir, ia semakin memahami arti dari kesabaran dan ketulusan dalam bekerja.
Bagi Wini, kebahagiaan dalam bekerja tidak perlu rumit. Cukup melihat wajah masyarakat yang tersenyum setelah selesai mengurus dokumen kependudukan, sudah cukup membuatnya merasa puas. Ia pun sering menyampaikan hal ini kepada para stafnya, menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Mengelola layanan bagi lebih dari 2,1 juta jiwa penduduk tidak mungkin dilakukan sendirian. Oleh karena itu, Wini selalu menekankan pentingnya kerja sama dan dukungan dari lingkungan kerja. Ia percaya bahwa hanya dengan komitmen bersama, layanan publik bisa diberikan secara optimal. Selain itu, ia juga aktif mendukung sesama aparatur sipil negara (ASN) perempuan agar dapat berkembang dan mencapai karier yang lebih baik.
Wini, yang kini menjadi satu-satunya perempuan eselon II di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, pernah merasa kesepian di tengah perjalanan karier. Namun, dukungan dari keluarga, rekan kerja, dan sesama ASN membantunya tetap teguh. Ia juga sering memberi semangat kepada sesama perempuan ASN agar tidak ragu mengambil langkah-langkah penting dalam karier mereka.
Meskipun pernah merasa jenuh dan mengajukan pindah ke dinas lain, akhirnya Wini memahami bahwa Disdukcapil adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Bahkan, pada suatu waktu, ia terkena rotasi dan dipindahkan sebagai Staf Ahli Bupati Tasikmalaya. Namun, hanya beberapa hari setelah pelantikan, ia kembali ke Disdukcapil karena aturan khusus dari Kementerian Dalam Negeri yang melarang perubahan kepala Disdukcapil tanpa persetujuan sebelumnya.
Dengan semangat yang kembali membara, Wini terus melakukan inovasi dalam pelayanan adminduk. Beberapa terobosan revolusioner yang ia ciptakan antara lain:
- Pelakor: Pelayanan adminduk yang dilakukan dengan kendaraan motor.
- Siduru: Sistem informasi pelayanan adminduk terpadu.
- Rek Disampo Sunsil: Rekaman disabilitas ODGJ di daerah terpencil.
Inovasi-inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Disdukcapil yang ia pimpin sering meraih penghargaan Dukcapil Prima, yaitu penghargaan atas inovasi terbaik dalam pelayanan publik.
Kini, menjelang masa pensiun pada tahun 2028, Wini masih berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kependudukan. Meski ada beberapa kendala, termasuk anggaran yang terbatas, ia tetap optimis dapat mewujudkan Disdukcapil smart servis yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Komentar
Kirim Komentar