
Perayaan Ulang Tahun Gedung Serbaguna Santo Louis
Pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, perayaan ulang tahun gedung serbaguna Santo Louis paroki Santo Yoseph yang ke-8 diadakan dengan penuh semangat. Acara ini digelar di halaman gedung serbaguna tersebut dan menampilkan berbagai pertunjukan seni yang menarik perhatian masyarakat.
Ketua panitia pelaksana kegiatan, Fabianus Puji Purwoko, menjelaskan bahwa pentas seni diselenggarakan sebagai wadah untuk menemukan bakat muda. Berbagai tarian kreasi dari berbagai daerah Indonesia turut memeriahkan acara ini, seperti kuda lumping dari Jawa, tarian dari Padang, Kalimantan, serta tarian kreasi nusantara lainnya.
Tujuan Pentas Seni
Pagelaran seni ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap seni budaya tanah air agar tetap lestari dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang pencarian bakat bagi generasi muda dalam rangka kegiatan gereja, seperti paduan suara atau sekolah minggu.
Fabianus mengungkapkan harapan bahwa dengan banyaknya kegiatan positif yang dilakukan oleh generasi muda, mereka dapat terhindar dari dampak negatif seperti tawuran, narkoba, dan hal-hal buruk lainnya.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Dengan adanya pentas seni ini, Fabianus berharap bisa menumbuhkan hal-hal positif bagi umat, sehingga dapat memajukan dunia pendidikan dan meningkatkan semangat iman dalam gereja. Ia berharap gereja terus berkembang dan melayani dengan penuh semangat.
Peringatan ulang tahun tersebut dimulai dengan misa, dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni yang diisi oleh bina iman remaja, Orang Muda Katolik, sejumlah kesenian tradisional Indonesia, potong tumpeng, dan ditutup dengan foto bersama.
Kegiatan yang Menarik
Seluruh rangkaian acara ini menunjukkan komitmen paroki Santo Yoseph dalam menjaga nilai-nilai budaya dan spiritual. Dengan adanya berbagai kegiatan yang dilakukan, para pemuda diharapkan bisa memiliki wadah untuk mengekspresikan diri secara positif.
Kesimpulan
Perayaan ulang tahun gedung serbaguna Santo Louis tidak hanya menjadi momen untuk merayakan usia gedung, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat ikatan antara gereja dan masyarakat. Melalui seni dan budaya, para generasi muda diajak untuk lebih aktif dalam kehidupan gereja dan membantu menjaga kelestarian budaya bangsa.
Komentar
Kirim Komentar