Penyerangan Massa ke Rumah Dokter di Indramayu, Kades Diduga Terlibat

Penyerangan Massa ke Rumah Dokter di Indramayu, Kades Diduga Terlibat

Advertisement

Penyerangan terhadap Dokter di Desa Anjatan Baru

Sebuah kejadian tidak terduga terjadi di Desa Anjatan Baru, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Seorang dokter menjadi korban penyerangan oleh sekelompok massa yang diduga melibatkan oknum kepala desa atau kuwu setempat. Dalam peristiwa ini, suami sang dokter serta dua karyawannya mengalami luka-luka akibat pengeroyokan.

Dokter Irma Fitria Sari, yang menjadi korban, membagikan video kejadian tersebut melalui akun TikTok @iermafitriasari. Dalam unggahannya, ia menunjukkan bahwa penyerangan dilakukan oleh beberapa orang yang diperkirakan merupakan anggota panitia arak-arakan kesenian singa depok yang sedang berlangsung di desa tersebut.

Kronologi Kejadian

Kronologi kejadian dimulai saat dokter Irma baru saja pulang dari rumah sakit dan hendak menuju rumahnya. Saat melintas di jalan dekat rumah, mobilnya diminta berhenti oleh seorang pria yang diduga bagian dari panitia kegiatan arak-arakan. Tidak lama kemudian, muncul pria lain berkacamata hitam yang diduga sebagai oknum kuwu dan memintanya untuk berbelok.

Karena bingung dengan dua arahan yang berbeda, mobil dokter Irma kembali didatangi oleh oknum kuwu tersebut. Pria itu marah-marah dan bahkan memukul spion mobil sang dokter. Menurut keterangan dari Kapolsek Anjatan, AKP H Rasita, kejadian tersebut berlanjut hingga ke rumah dokter.

Suami dokter Irma mendengar kabar dan segera pulang ke rumah. Setelah sampai, ia menanyakan kejadian tersebut kepada istrinya. Istri pelapor menunjuk ke arah beberapa orang yang mengejar dan berada di seberang rumah. Suami dokter kemudian berjalan menuju arah seberang jalan, tetapi langsung diadang oleh beberapa orang tak dikenal.

Akibat situasi tersebut, suami dokter mundur ke arah depan rumah, namun beberapa orang tersebut langsung melakukan tindakan kekerasan. Akibatnya, suami dokter mengalami luka pada bagian pipi kanan, kening sebelah kiri, dan belakang telinga kanan.

Penanganan oleh Pihak Berwajib

Menurut AKP H Rasita, kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Anjatan dan sedang dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta visum terhadap korban. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memproses laporan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Kami akan memproses laporan ini secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku dan memastikan akan melakukan penanganan perkara secara obyektif, dengan mengedepankan asas keadilan bagi semua pihak yang terlibat," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan secara musyawarah dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas. "Kami berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Semua pihak akan kami periksa secara adil," tambahnya.

Pengalaman Dokter Irma

Dalam postingannya, Dokter Irma menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya. Menurutnya, kejadian terjadi ketika dirinya baru pulang praktik dari RS Mitra Plumbon Patrol dan hendak pulang ke rumah di Desa Anjatan Baru. Saat melintas, ada arak-arakan yang berlangsung. Mobilnya disuruh berhenti oleh seorang pria berkaus putih yang bertanya apakah ia ingin ke Haurgeulis atau ke klinik.

Dokter Irma menjelaskan bahwa ia ingin ke klinik. Namun, sesaat kemudian, muncul pria berkacamata hitam yang diduga sebagai oknum kuwu dan memintanya untuk segera berbelok. Di sisi lain, pria pertama menyuruhnya berhenti dan menunggu. Situasi tersebut membuat dokter Irma bingung.

Pria tersebut kemudian mencari tong sampah dan menaruhnya di depan mobilnya, lalu meminta mobil di belakang untuk melewati jalan gang kecil. Orang-orang lain turut mengalihkan tong sampah dan meminta untuk tetap disimpan. Selanjutnya, pria itu memukul kaca spion mobil dan berkata kasar.

Panitia arak-arakan kemudian melerai dan meminta dokter Irma segera pergi karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun, keributan ternyata berlanjut setelah dokter sudah sampai di rumah. Kelompok massa berteriak di depan rumahnya sembari melempari botol bekas air mineral.

Dokter Irma sempat mengusir kelompok massa tersebut agar pergi dari rumahnya. Ia lalu menenangkan anak-anak di lantai dua rumah, tetapi kegaduhan kembali terjadi. Di sana, ia dan anak-anaknya melihat suami serta dua orang karyawannya sedang dikeroyok oleh kelompok massa tersebut. Ia pun merekam kejadian itu.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar